| 04 September 2010
Mer, Sby - Pasca Lebaran Idul Fitri, Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) Pemerintah Kota Surabaya menghadapi mutasi besar. Hal itu kini telah menjadi rumor yang mengemuka di kalangan PNS. Setelah adanya kepastian siapa yang bakal menjadi pucuk pimpinan di Pemkot Surabaya hasil dari Pemilu Kada Surabaya, sebagian pejabat yang selama ini berseberangan sikap, bakal dimutasi.
Walikota Surabaya yang baru Tri Rismaharini, kabarnya telah menyiapkan rangkaan pos mutasi tersebut. Rolingan pejabat yang dalam Pemilu Kada lalu tidak mendukungnya, menjadi isu yang melatarbelakangi pelaksanaan mutasi ini.
Menyikapi rumor tentang mutasi " pembersihan" ini, Walikota Bambang DH sehari sebelum berakhir masa tugasnya menyatakan tidak sepenuhnya rumor pembersihan itu benar. Karena mutasi ini sebagai agenda rutin penyegaran di tubuh Pemkot Surabaya, dan dirinya yakin Walikota baru tidak gegabah dalam mengambil kebijakan.
" Sepanjang yang saya tahu, Bu Risma tidak seperti tudingan itu. Saat kita menempatkan orang, kita lihat dulu bagaimana capability dan track record nya selama ini. Tapi kalau pun masalah loyalitas jadi pertimbangan, sah sah saja. Setidaknya itu sebagai bagian upaya membentuk sistem birokrasi yang solid, sehingga butuh orang-orang yang loyal. Saya tetap yakin, Bu Risma akan selalu mengedepankan
kemampuan manajerial, akademik dan track record seseorang yang akan ditempatkan pada posisi penting ", kata Bambang DH pada reporter Wahyu Nugroho.
Pelaksanaan mutasi itu sendiri kabarnya akan digelar setelah pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya. Menurut rencana, tanggal 15 September ini, DPR Kota Surabaya bakal mengajukan usulan guna pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya terpilih. ( Why/Din )






