Mer, Sby - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur ( Disperindag Jatim ) membakar 1.200 kaleng biskuit kadaluarsa di Desa Keret, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, karena dinilai membahayakan pasar domestik.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim Arifin T Hariadi, 1.200 kaleng merek D'Story produksi PT Siantar Top Sidoarjo, Jatim itu rencananya akan dikirim ke Mataram. Namun, pengiriman itu diketahui masyarakat setempat dan dilaporkan ke Disperindag Jatim.

" Barang ini hasil temuan tim pengawasan terpadu. Dan kami juga sudah minta agar barang ini tidak dipasarkan. Karena tanggal expired nya 10 Agustus 2010. Biskuit ini produksi pabrikan lokal di Sidoarjo, PT Siantar Top, ber merek D'Story Selection. Jumlah keseluruhan ada 1.200 kaleng, akan segera kami musnahkan ", kata Arifin T Hariadi pada reporter Dani Hario.

Di akhir pernyataan pers nya pada wartawan, Arifin T Hariadi menambahkan datangnya hari besar keagamaan biasanay diikuti pula oleh peningkatan permintaan untuk berbagai komoditas pangan, baik dalam bentuk segar maupun olahan. Situasi ini pasti ditangkap oleh pelaku usaha sebagai peluang besar. Sayangnya, seringkali hal ini mereka manfaatkan untuk meningkatkan omzet penjualan dengan melakukan hal-hal yang kurang mengindahkan ketentuan. Kemudian dalam rangka melindungi masyarakat sebagai konsumen dengan kemungkinan menggunakan barang-barang ilegal, kami minta kepada masyarakat agar berhati-hati saat membeli barang-barang kebutuhan Lebaran, termasuk makanan dan minuman untuk bingkisan atau oleh-oleh keluarga di kampung halaman.  

Selain itu tambah Arifin T Hariadi, pihaknya juga sudah melakukan pemantauan secara terpadu terhadap barang-barang yang dicurigai sudah kadaluarsa sejak beberapa pekan lalu sebelum memasuki bulan Ramadhan. Disperindag Jatim juga melakukan pengawasan terhadap halal haramnya sebuah produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat, serta ada tidaknya sertifikasi pangan segar. Keseluruhan bentuk pengawasan dan pemantauan itu dilakukan bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ), Dinas Metrologi, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan pihak terkait lainnya. ( Dan/Din )

Mer, Sby - Maskapai penerbangan Sriwijaya Air menyiapkan antara 5.000 kursi hingga 6.000 kursi, mengingat besarnya permintaan pasar penerbangan pada Lebaran 1431 Hijriah secara nasional.
Menurut Senior Sales Marketing Sriwijaya Air, Hendra Primayanto, pihaknya menyediakan ribuan kursi tersebut untuk pemenuhan pasar pada H - 7 yang diperkirakan mulai banyaknya penumpang di sejumlah bandara di Indonesia. Dan pihaknya optimis, dengan kesiapan ribuan kursi bagi pemudik Lebaran tahun ini melalui jalur udara, dapat meningkatkan keterisian kursi penumpangnya antara 10 persen hingga 15 persen dibandingkan kondisi normal.

" Kami melakukan ekstra flight untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dari berbagai daerah. Untuk peningkatan load factor, dari prediksi kami bisa mencapai 10 sampai 15 persen. Rutenya bisa dari Yogyakarta, Palembang, Pontianak, Denpasar, Surabaya, Jakarta, Ujungpandang, Medan dan Jambi. Selama ini Sriwijaya Air sudah melayani penerbangan di 30 kota domestik dan 2 kawasan regional. Ada
kemungkinan ke depannya, Sriwijaya akan menerbangi kawasan ke arah timur seperti Papua ", kata Hendra Primayanto pada reporter Dani Hario.

Hendra Primayanto menjelaskan alasan mengapa pihaknya akan mengembangkan jalur penerbangan untuk kawasan Indonesia timur. Antara lain karena potensi pertumbuhan marketnya yang sangat besar. Banyak perusahaan-perusahaan asing dan pertambangan yang akan mendirikan usahanya di kawasan timur Indonesia. Sementara hingga saat ini saja, Sriwijaya Air tambah Hendra Primayanto sudah mengalami load factor dari kawasan Indonesia timur sekitar 88 persen. Pencapaian itu masih meliputi kawasan Ternate, Ambon dan Kupang. Ke depannya, Sriwijaya akan menambah jalur penerbangan ke kawasan Sorong dan Manokwari, Papua. ( Dan/Din )

Mer, Sby - PDAM Kota Surabaya memberi keringanan bagi masyarakat Surabaya yang hendak melakukan sambungan baru air PDAM, dengan pembebasan beban biaya pipa tersier. Hal ini karena pemasangan pipa tersier itu sudah masuk dalam program PDAM sebelumnya yang sejalan dengan Pemerintah pusat, yakni program bantuan pemasangan pipa tersier dengan alokasi anggaran total sebesar Rp 37 Milyar. Dengan pembebasan biaya beban pipa tersier, calon pelanggan baru PDAM hanya akan dikenakan biaya sambungan rumah saja yang nilainya sekitar Rp 900 Ribu.

Menurut Direktur Utama ( Dirut ) PDAM Kota Surabaya M Selim, dengan pembebasan beban biaya pemasangan pipa tersier, masyarakat lebih dimudahkan, karena mereka bisa berhemat antara 2 hingga 3 Juta Rupiah. Selama ini beban biaya sambungan baru, cukup besar nilainya, karena biaya pemasangan pipa tersier yang harus ditanggung masyarakat cukup besar. Karenanya melalui program ini kata M Selim, masyarakat akan lebih ringan biayanya.

" Biaya pemasangan di depan rumah pelanggan atau biaya tersier, selama ini mahal. Nilainya sekitar 3 juta rupiah. Sekarang kita gratiskan. Jadi masyarakat hanya dibebani biaya sambungan ke rumah nya sebesar Rp 950 Ribu. Tapi program pembebasan biaya pipa tersier ini hanya untuk masyarakat di luar perumahan atau real estate ", kata M Selim pada reporter Wahyu Nugroho.

Dengan program ini diharapkan juga antusias masyarakat untuk mengajukan sambungan baru cukup tinggi, sehingga target covered pelanggan PDAM terpenuhi yakni sebesar 80% dari total masyarakat Surabaya. Sampai dengan saat ini, cakupan pelanggan PDAM masih pada angka 71%. ( Why/ Din )

Mer, Sby - Kalangan DPR Provinsi Jawa Timur juga melakukan desakan yang sama seperti dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur kepada PT Kodeco Energy terkait keberadaan pipa gas Kodeco yang dipasang di perairan laut barat Surabaya. Pipa gas ini diduga mengganggu lalu lintas laut yang akan memasuki Pelabuhan Tanjung Perak. Hal ini jelas mengancam pengusaha pelayaran di Jawa Timur.

Wakil Ketua DPR Propinsi Jawa Timur Sirmadji ketika dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan kasus pipa gas Kodeco, jelas menangganggu perekonomian Jawa Timur, khususnya yang menggunakan lalu lintas laut. Sebab akan menyebabkan adanya high cost bagi mereka yang akan merapat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak dan mengganggu proses pengiriman barang melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

" Pipa Kodeco sudah jelas memberikan dampak negatif bagi perekonomian Jatim. Keluar masuknya barang di Jawa Timur menimbulkan high cost yang cukup besar. Pemprov Jawa Timur bersama dewan harus pro aktif melakukan pendekatan ke Kodeco serta desakan ke Pemerintah pusat agar persoalan ini segera ditangani dan diselesaikan. Kalau perlu, DPR Provinsi Jatim segera melakukan pemanggilan terhadap PT Kodeco Energy untuk membicarakan hal ini. Kita juga sudah minta kepada Komisi D untuk mengadakan hearing dengan Kodeco dan pihak terkait lainnya. Setelah itu langsung ditindaklanjuti dengan sinergi intensif antara DPR Provinsi Jatim dan DPR RI ", kata Sirmadji pada reporter Ari Setia Budi.

Sementara saat ditanya apa yang akan dilakukan pihaknya terkait dengan hasil tim investigasi yang menyatakan akan sulit mencari penyelesaian kasus pipa gas Kodeco dengan upaya menambah kedalaman di dasar laut agar tidak mengganggu lalu lintas pelayaran, Sirmadji menjelaskan hal itu harus dibicarakan lebih lanjut dengan pihak terkait. Dewan Provinsi Jatim tidak mungkin mengorbankan kepentingan masyarakat banyak hanya untuk keperluan Kodeco. ( Ri/Din )

Mer, Sby - Bank Indonesia meminta masyarakat mewaspadai peredaran uang palsu ( upal ) seiring besarnya permintaan pasar terhadap Uang Pecahan Kecil ( UPK ) selama Ramadhan sampai Lebaran nanti.

Menurut Direktur Direktorat Peredaran Uang Bank Indonesia Muhammad Dahlan, peredaran upal memang sulit ditekan. Namun, pihaknya bisa mengantisipasi hal itu dengan memberikan imbauan kepada masyarakat.

" Munculnya masalah upal memang masih ada, termasuk menjelang Lebaran tahun ini. Tapi dibandingkan dengan kasus tahun 2009 lalu, prosentase kejadian tahun ini menurun. Kami juga akan lebih ekstra hati-hati terhadap aksi diselipkannya uang kertas mainan ke dalam tumpukan UPK yang disebar dalam jumlah banyak setiap jelang Lebaran. Jadi kami sangat mengharapkan masyarakat lebih hati-hati lagi saat menukarkan UPK untuk kebutuhan Lebaran mereka ", kata Muhammad Dahlan pada reporter Dani Hario.

Sementara proyeksi untuk total kebutuhan penukaran uang menjelang Lebaran tahun ini, menurut Muhammad Dahlan, sekitar Rp 50 Trilyun. Kebutuhan itu terdiri dari uang pecahan besar dan kecil. Dari Bank Indonesia sendiri, dana yang disediakan untuk penukaran uang tahun ini mencapai Rp 150 Trilyun. ( Dan/Din )

Mer, Sby - Pameran emas terbesar dan terlengkap, Surabaya International Jewellery Fair 2010, Kamis ( 26/08 ) kemarin resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo, bertempat di Ballroom Hotel Shangri La Surabaya. Menurut Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia Leo Hadi Loe, ada 2 target transaksi dari pameran ini.

" Apa saja jenis transaksi yang diharapkan sukses di acara ini, secara umum, kita tidak bisa menilai. Karena tidak ada semacam laporan transaksi yang masuk dari para peserta pameran. Yang pasti, ada 2 target transaksi dari acara ini, yaitu pembelanjaan dari konsumen yang kita harapkan tidak kurang dari Rp 20 Milyar dan pembelanjaan para buyer ke pabrik-pabrik emas. Mereka bisa terdiri dari para pengusaha retail, pengusaha house sale dan foreign buyer ( pembeli dari luar negeri, red ) yang datang ke Indonesia untuk ber belanja emas. Pembelanjaan mereka bisa terkumpul dalam kiloan, puluhan kilo bahkan ratusan kilogram emas. Tentu, ini jumlahnya lebih besar. Dari pembelanjaan ini lah yang keuntungannya lebih tinggi, karena mereka butuh untuk eskpor dan sebagainya. Selain itu dengan adanya acara ini, kami bisa saling menjembatani transaksi emas. Selama ini, UKM kita sering kesulitan untuk promosi bahan-bahan mereka. Sebenarnya bahan-bahan mereka sangat diperlukan oleh pabrik-pabrik produsen luar negeri. Dengan acara ini lah, produsen lokal kita bisa memperkenalkan produknya ke para foreign buyer. Sehingga barang dagangan mereka terjual ke para foreign buyer. Karena di acara ini lah mereka bisa memperagakan desain-desain baru ke pada para pembeli asing tersebut ", kata Leo Hadi Loe pada reporter Dani Hario.   

Sementara saat ditanya buyer-buyer dari mana saja yang dirasa sangat potensial di ajang pameran kali ini, Leo Hadi Loe menjelaskan dari seluruh Indonesia dan beberapa negara manca negara. Seperti diantaranya dari Hongkong, Rusia, Malaysia, Thailand dan China. Untuk harga emas nya sendiri, saat ini kata Leo Hadi Loe, ada di kisaran 1.200 lebih Dolar AS per Troy Ounds, atau bisa juga menyentuh level 1.230 Dolar AS per Troy Ounds. Angka ini cukup stabil untuk saat sekarang. Dan kalau bicara tentang trend emas saat ini, lebih ke arah investasi atau hanya untuk fashion, Leo Hadi Loe menjelaskan bahwa trend nya gabungan antara untuk investasi dan fashion. ( Dan/Din )

Mer, Sby - Pemerintah Provinsi Jawa Timur ( Pemprov Jatim ) terus melakukan desakan agar PT Kodeco Energy segera melakukan upaya dalam mengatasi pipa gas nya yang dipasang di alur pelayaran barat Surabaya. Pemprov Jatim khawatir keberadaan pipa gas tersebut akan mengancam kepercayaan dunia internasional terhadap kondisi alur pelayaran di Jawa Timur, khususnya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Mengingat Pelabuhan Tanjung Perak telah memberlakukan International Ship and Port Facilities Security untuk pelayaran internasional.

Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf ketika dikonfirmasi tentang hal ini menyatakan pihaknya minta Kodeco Energy memahami kondisi yang terjadi di perairan barat Surabaya bagi dunia pelayaran dan Kodeco harus segera mencari solusi. Antara lain dengan memperdalam pipanya di dasar laut.

" Kita minta Kodeco bisa segera mencari jalan terbaik untuk memenuhi permintaan Pak Gubernur ( Soekarwo, red ) dan para pengusaha di Jawa Timur. Mereka khawatir kalau ketabrak pipa gas Kodeco, itu saja. Saya tahu kalau solusi memperdalam pipa, jelas tidak mungkin. Tapi bagaimana pun juga harus ada solusi teknis nya, mungkin dengan memindahkan pipa itu ", kata Gus Ipul, sapaan akrab Syaifullah Yusuf pada reporter Ari Setia Budi.

Gus Ipul menegaskan bahwa ngototnya Gubernur Jatim Soekarwo agar PT Kodeco Energy segera mencari solusi dari masalah ini, bukan untuk kepentingan pribadi Gubernur, tapi juga atas masukan dari para pengusaha pelayaran di Jatim yang menyampaikan masukannya melalui Kamar Dagang dan Industri ( KADIN ) Jatim untuk diteruskan kepada Gubernur Jatim. ( Ri/Din )