Mer, Sby - Jelang Lebaran, Dinas Perhubungan ( Dishub ) Pemerintah Kota Surabaya memastikan kondisi angkutan umum dalam kondisi baik dan layak operasional. Bahkan terus dilakukan pemantauan terhadap kondisi pengemudi. Kepala Dishub Kota Surabaya Edy menyatakan pemeriksaan terkait kelayakan angkutan umum terus dilakukan hingga saat Lebaran dan pasca Lebaran. Pemeriksaan kelayakan termasuk masalah antisipasi keamanan yang harus dimiliki oleh armada angkutan. Pemeriksaan Urine untuk memastikan pengemudi tidak mengalami ketergantungan obat dan alkohol, juga mulai dilakukan.

" Tes Urine ini adalah kegiatan rutin, manakala menjelang arus mudik Lebaran. Banyak instansi yang terlibat didalamnya. Antara lain Dinas Kesehatan, Jasa Raharaja, dan Tim Dokter Polda Jatim. Tujuannya untuk mengetahui apakah para pemudik memiliki riwayat ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang dan narkotika. Kalau ditemukan indikasi itu, maka akan langsung dilakukan tindakan pencegahan atau bahkan bisa pula melarang yang bersangkutan melakukan perjalanan. Karena kondisinya akan sangat membahayakan perjalanan mudik ", kata Edy pada reporter Wahyu Nugroho. 

Saat ditanya lebih lanjut bagaimana hasil dari tes Urine pada arus mudik Lebaran tahun 2009 lalu, Edy mengatakan tidak ditemukan adanya penumpang yang memiliki ketergantungan terhadap obat-obatan terlarang dan narkotika.

Lalu soal pemeriksaan kelayakan kendaraan untuk angkutan Lebaran, menurut Edy, sampai sejauh ini masih baik-baik saja. Kalau pun nantinya ditemukan ada angkutan yang tidak layak jalan, akan langsung dikenakan tindakan berupa larangan jalan. Dishub Kota Surabaya sendiri telah melakukan uji kelayakan angkutan Lebaran 2010 ini, sejak tanggal 23 Agustus lalu.

Sementara itu menyinggung tentang kesiapan jumlah armada untuk mengantisipasi membludaknya penumpang saat hari H Lebaran nanti, Kepala Dishub Kota Surabaya Edy juga mengaku telah dipersiapkan. Namun untuk menjamin tidak terjadinya antrean penumpang, Edy tak berani memastikan. ( Why/Din )

Mer, Sby - Operasi Ketupat mulai dilaksanakan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri di Jawa Timur. Dimulainya operasi ini ditandai dengan gelar pasukan di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur ( Mapolda Jatim ) Kamis ( 02/09 ) pagi kemarin. Tidak hanya Polisi, operasi ini melibatkan berbagai instansi terkait. Antara lain TNI, Linmas, Dinas Perhubungan, PMK bahkan Pramuka. Khusus untuk anggota TNI, hanya sebagai pasukan cadangan atau istilahnya On Call, yang sewaktu-waktu siap dibutuhkan kalau terjadi gangguan keamanan eskalasi tinggi. Sedangkan aparat polisi yang dikerahkan mencapai 11 ribu personel.

Kapolda Jatim Irjend Pol Badrodin Haiti mengatakan bertepatan dengan dimulainya Operasi Ketupat, maka status keamanan di Jawa Timur ditingkatkan menjadi Siaga I.

" Dimulainya Operasi Ketupat jadi tanda kalau kami akan berlakukan Siaga I di Jawa Timur termasuk di Surabaya sebagai Ibukota Provinsi. Kami akan siagakan penuh seluruh aparat yang ada untuk mengamankan Lebaran. Bahkan regu penembak jitu pun disiapkan kalau memang dibutuhkan. Mereka baru akan bergerak saat ada kasus penculikan dan terorisme ", kata Kapolda Jatim Irjend Pol Badrodin
Haiti pada reporter Alam Kusuma.

Sementara itu, TNI mendukung penuh upaya pengamanan Lebaran dengan Operasi Ketupat tersebut. Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Suwarno mengatakan pihaknya akan mengerahkan aparat dari unsur POM, CPM dan Rider. Selain itu, juga melibatkan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara. Semuanya dalam rangka menciptakan keamanan dan kenyamanan saat Lebaran tiba. Bahkan demi keamanan masyarakat Jawa Timur saat ber Lebaran, aparat TNI rela tidak berlebaran tepat pada waktunya. ( Lam/Din )

Mer, Sby - Muhammadiyah Jawa Timur sudah menentukan awal 1 Syawal 1431 Hijriyah, tepat tanggal 10 September 2010. Menurut Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah ( PWM ) Jawa Timur Najib Hamid, berdasar perhitungan dengan sistem hisab hakiki yang dilakukan oleh tim Muhammadiyah Jawa Timur, maka diputuskan Ramadhan akan genap 30 hari, berakhir tanggal 9 September 2010.
Sehingga tanggal 10 September merupakan 1 Syawal 1431 Hijriyah.

" Muhammadiyah jawa Timur telah menetapkan bahwa 1 Syawal tepat di hari Jumat tanggal 10 September 2010. Penetapan ini berdasarkan hitungan Hisab. Didapatkan informasi bahwa Ijtima' akhir Ramadhan terjadi pada Kamis 8 September, bertepatan dengan 29 Ramadhan, terjadi pada pukul 17:31 WIB. Pada saat itu ketika matahari terbenam, posisi Hilal berada dibawah ufuk minus 2 derajat lebih. Karenanya dipastikan tanggal 8 malam itu, Hilal belum wujud. Dengan begitu, tanggal 8 malam dan esok harinya tanggal 9 September 2010, tanggal 30 Ramadhan. Artinya Ramadhan tahun ini genap 30 hari. Dengan demikian, tanggal 1 Syawal tepat ada di tanggal 10 September 2010 ", kata Najib Hamid pada reporter Ari Setia Budi.

Najib Hamid memperkirakan Lebaran atau Idul Fitri kali ini akan bersamaan. Karena posisi Hilal jauh dibawah ufuk, minus 2 derajat lebih. Yang pasti, bagi Muhammadiyah, ini sudah merupakan keputusan final, dan akan segera disosialisasikan pada masyarakat, khususnya ke warga Muhammadiyah Jawa Timur.

Sementara itu Nahdlatul Ulama ( NU ) Jawa Timur melalui salah satu pengurusnya Soleh Hayat mengatakan memang berdasar hisab atau hitungan Tim Falakiyah NU, hilal atau pergantian bulan, NU sama dengan Muhammadiyah, yakni terjadi pada tanggal 8 September. Namun masih dibawah ufuk minus 2 derajat. Jadi NU tidak bisa memutuskan sebelum ada keputusan tim rukyat yang melihat bulan. Tim ini diturunkan tanggal 8 September dan ditempatkan di beberapa titik di Jawa Timur.

" NU akan menghitungnya dengan 2 cara. Yang pertama secara Falaqiyah atau Hisab. Diantara kitab-kitab yang jadi pegangan para Kyai, menghasilkan hitungan bahwa Ijtima' hari Rabu 8 September 2010. Itu artinya, Hilal masih minus 0 derajat dibawah ufuk. Dari hitungan Hisab, Idul Fitri tepat hari Jumat, 10 September 2010. Akan tetapi, PBNU Pusat dan NU Jawa Timur akan menetapkan awal Syawal tidak dengan hitungan Hisab, tapi dengan Rukyat yang dilaksanakan Rabu 8 September 2010. Jadi NU menunggu hasil Rukyat itu ", jelas Soleh Hayat.

Dijelaskan oleh Soleh Hayat, NU melakukan hal ini berdasarkan hadits yang cukup kuat, sehingga tidak bisa hanya berdasarkan hitungan saja, namun juga didasarkan atas penglihatan yang dilakukan melalui Rukyatul Hilal. ( Ri/Din )

Mer, Sby - Dewasa ini memang mudik gratis sedang digiatkan untuk menyambut musim mudik Lebaran. Mudik gratis tidak hanya untuk membantu meringankan beban biaya masyarakat, tetapi juga untuk menekan jumlah pemudik yang berkendara sepeda motor. Karena sangat membahayakan, apalagi tidak jarang pemudik yang berkendara sepeda motor ini membawa beban berlebih. Mudik gratis tidak hanya dilakukan di jalur darat saja, melainkan kali ini juga dilakukan di jalur laut.

Kepala DLLAJ Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan Mudik gratis menggunakan kapal ini baru kali pertama dilakukan Dinas Perhubungan Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan ( DLLAJ ) Provinsi JawaTimur. Rutenya dari Surabaya ke Masalembo. Berangkatnya mulai hari Minggu ( 05/09 ) pukul 14.00 siang. Bagi yang akan mudik ke Masalembo, masih ada waktu pendaftaran di Kantor DLLAJ Jawa Timur Bidang Perhubungan Laut, di jalan Jemur Andayani No 1 Surabaya.

" Ini memang baru pertama kalinya mudik gratis dengan kapal laut. Dalam sehari kapal ini hanya sekali melakukan perjalanan, karena jarak tempuhnya cukup jauh, sekitar 19 jam. Berangkat dari Surabaya ke Masalembo. Besuk nya, dari Masalembo ke Surabaya. Jadi kapal ini mulai berangkat H-5 hingga H+5 Lebaran nanti ", kata Wahid Wahyudi pada reporter Alam Kusuma.

Wahid Wahyudi menambahkan Masalembo dipilih sebagai tujuan mudik gratis, antara lain karena ditengarai jumlah pemudiknya paling banyak dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Sebenarnya DLLAJ juga ingin memberangkatkan angkutan mudik gratis kapal laut dengan tujuan ke Sapeken Madura. Tapi armadanya belum ada yang siap berangkat, mengingatnya besarnya gelombang. ( Lam/Din )

Mer, Sby - Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan masih terjadi penumpukan penumpang di Terminal Purabaya Bungurasih. Itu terjadi seperti halnya tahun lalu, dimana pada hari H Lebaran atau saat kondisi puncak arus mudik, kondisi penumpang tak berimbang dengan keberadaan armada sehingga antrean penumpang pun terjadi.

Untuk Lebaran kali ini kondisi tersebut diperkirakan masih bisa terjadi. Pasalnya jalur rute perjalanan angkutan yang masih memungkinkan terjadi kemacetan, seperti di Raya Porong. Menurut Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub ) Kota Surabaya Edy, kondisi jumlah penumpang yang meningkat tak mampu diimbangi dengan ketersediaan armada angkutan. Akibatnya mereka harus menunggu.

Meskipun Dishub telah mengoptimalkan keberadaan angkutan Lebaran, namun menurut Edy faktor penyebab antrean bukan karena jumlah armada tapi karena rute jalan yang dilalui armada angkutan Lebaran rawan macet, sehingga mobilitas angkutan terhambat.

" Saat jam puncak, secara sporadis penumpang menumpuk di sana, tentu penyediaan angkutan akan habis. Sehingga masyarakat akan menunggu, karena bus-bus itu akan mengantar penumpang ke daerah tujuan. Faktor penghambat lainnya, adalah kelancaran lalu lintas. Terutama di kawasan Porong dan beberapa ruas jalan yang masih dalam perbaikan. Saat ini masih dilakukan penebalan jalan di Porong, yang diharapkan segera selesai. Kalau memang macet, akana ad pengalihan arus berdasarkan rambu-rambu jalan yang sudah dipasang oleh petugas Dishub Sidoarjo ", kata Edy pada reporter Wahyu Nugroho.   

Sementara itu, sejumlah armada angkutan telah disiapkan termasuk armada cadangan dari beberapa perusahaan angkutan yang ada di Surabaya maupun Jawa Timur. Namun tidak bisa dipastikan, apakah armada cadangan itu hanya diperuntukkan bagi Surabaya saja. Karena bisa saja armada cadangan itu digunakan di Terminal Tulungagung, Trenggalek dan sebagainya. Tapi yang jelas, armada cadangan
bisa dipakai sebagai armada pengganti angkutan Lebaran maupun armada dengan trayek insidentil. Edy memperkirakan pula puncak arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan akan terjadi pada H-1 Lebaran hingga pada hari H  Lebaran. ( Why/Din )

Mer, Sby - Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf yakin kesiapan angkutan Lebaran di Jawa Timur untuk tahun ini bisa lebih memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat pengguna angkutan arus Lebaran 2010. Ini tampak dari kepuasaan Gus Ipul, sapaan Syaifullah Yusuf setelah melihat kesiapan angkutan Lebaran di Jawa Timur dalam seminggu terakhir di Stasiun Gubeng pagi kemarin.

Menurut Gus Ipul, pihaknya meski melihat telah ada kesiapan maksimal dari angkutan Lebaran di Jawa Timur, pihaknya bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo tetap meminta agar Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan ( DLLAJ ) Jawa Timur Wahid Wahyudi untuk tetap menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan angkutan Lebaran lebih baik lagi dibanding tahun lalu.

" Kami minta secara khusus kepada Pak Wahid Wahyudi untuk mempersiapkan segala sesuatunya lebih baik lagi dari tahun lalu. Misalnya soal mudik gratis. Kalau tahun lalu, jumlah armadanya baru 160 buah, sekarang ditingkatkan jadi 170 lebih. Masih ditambah dengan angkutan mudik gratis yang disediakan pihak lain, seperti Jasa Raharja dan pihak swasta, sudah mencapai 347 armada. Jadi sudah ada peningkatan dari jumlah angkutannya. Dan alau tahun lalu belum ada mudik gratis dengan kapal laut, tahun ini sudah ada. Selain itu, sudah banyak berdiri posko-posko pantau arus mudik ", kata Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul pada reporter Ari Setia Budi   

Pemerintah Provinsi Jawa Timur ( Pemprov Jatim ) juga berharap jumlah kecelakaan arus mudik Lebaran tahun ini bisa ditekan. Kendaraan roda dua yang akan melakukan mudik Lebaran, diharapkan bisa menggunakan fasilitas bus mudik gratis maupun kereta komunitas. Dengan begitu, bisa mengurangi jumlah kendaraan roda dua yang melakukan mudik Lebaran.

" Data kecelakaan arus mudik tahun lalu, masih tinggi, ada 364 kasus. Kita ingin hal-hal seperti ini termasuk kerawanan lainnya, bisa diatasi. Diharapkan pula jumlah korbannya berkurang, bahkan sampai tidak ada lagi korban. Kami sarankan masyarakat memanfaatkan mudik gratis dan juga memakai kereta komunitas. Semoga jumalh pemudik ber sepeda motor tahun ini berkurang, apalagi yang membawa beban berlebih ", tambah Gus Ipul. 

Sementara untuk tarif bus, Gus Ipul berharap agar Perusahaan Otobus ( PO ) memasang tarif di kendaraannya, agar diketahui masyarakat, dan masyarakat tidak dipermainkan dengan melambungnya harga tiket. Bahkan kalau perlu, informasi tentang ketentuan tarif batas atas dan bawah, harus dipasang di loket-loket karcis.

Di akhir pernyataannya, Gus Ipul juga mengakui untuk Lebaran kali ini masih ada beberapa jalan yang sedang diperbaiki dan belum selesai. Untuk melancarkan arus Lebaran, pihaknya telah meminta agar jalan-jalan yang saat ini masih belum selesai diperbaiki, tetap bisa dan layak dilewati, sehingga tidak menimbulkan masalah bagi masyarakat yang melakukan arus mudik. ( Ri/Din )

Mer, Sby - Memasuki H-7 angkutan Lebaran kemarin, belum tampak adanya lonjakan arus penumpang mudik lebaran di Stasiun Pasar Turi. Kondisi di Stasiun Pasar Turi dari pengamatan sejak siang tadi sampai pemberangkatan kereta terakhir yakni Kereta Argo Anggrek jam 7 malam, semua kereta baik kelas Ekonomi, Bisnis dan Eksekutif untuk jurusan Surabaya - Semarang maupun Surabaya - Jakarta
yang dilayani di Stasiun Pasar Turi untuk jalur Utara masih berjalan normal. Jumlah penumpang masih seperti hari-hari normal lainnya.

Kepala Stasiun Pasar Turi Djainuri ketika dikonfirmasi mengatakan untuk arus penumpang sampai dengan kemarin dan hari ini, diperkirakan masih normal belum ada lonjakan penumpang. Dan arus mudik Lebaran diperkirakan akan mulai terasa H-5 atau hari Minggu besuk.

" Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami juga mengacu bahwa angkutan mudik Lebaran baru akan dimulai sekitar H-5, tepatnya hari Minggu besuk. Kalau sekarang, arus mudik masih seperti hari-hari biasa. Untuk persiapan angkutan Lebaran di sini, seperti tahun-tahun lalu, kami meningkatkan layanan kepada para penumpang. Bahkan kami juga sudah menyiapkan Posko Lebaran dengan sejumlah pihak
terkait ", kata Djainuri pada reporter Ari Setia Budi.

Djainuri menambahkan meski pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, antara lain Kepolisian, Koramil dan Polisi Khusus ( Polsus ), untuk memberikan keamanan bagi para pemudik, Djaniru juga minta peran aktif penumpang untuk menjaga keamanan selama mudik Lebaran di Stasiun Pasar Turi. ( Ri/Din )