• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

RIBUAN KOSMETIK DAN OBAT ILEGAL DIMUSNAHKAN

October 5, 2017

 

Sby,MercuryFM - Ribuan obat ilegal senilai Rp 5 miliar dimusnahkan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jatim di Surabaya, bertepatan dengan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat.

 

Obat-obatan itu merupakan rangkaian temuan petugas saat operasi di lapanga selama awal tahun sampai oktober 2017, dan sebagian besar adalah produk ilegal atau produk tidak terdaftar. Yang terdiri dari berbagai merk obat tradisional, kosmetik ilegal dan ada kosmetik yang mengandung merkuri, ditambah bahan berbahaya lainnya. 

 

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang turut dalam pembakaran itu mengatakan, sekarang trend penyalahgunaan narkoba berubah kepenyalahgunaan obat-obatan ilegal. Seperti penyalahgunaan tablet PCC yang tidak lama berhasil ditemukan produksinya di Jawa Tengah, kemudian di Surabaya dan akan dikirim ke kalimantan. 

 

Pemerintah sudah memberikan intruksi kepada setiap kepala daerah untuk menanggulangi penyalahgunaan obat ilegal dan berbahaya. Karenanya Pemprov Jatim akan bersinergi dengan seluruh instansi terkait diantaranya adalah BPOM sebagai leading sektor.

 

Gus Ipul juga mengajak masyarakat untuk melakukan tindakan preventif dengan ikut mengawasi dan melaporkan kalau menemukan tindakan penyalahguna obat-obat terlarang.

 

Sementara itu Kepala BPOM Jawa Timur Hardaningsih mengatakan untuk kosmetik dan obat-obat tardisional ilegal import yang ditemukan banyak berasal dari China.

 

Barang-barang itu banyak dijual ditoko-tko kosmeik baik itu besar mauun kecil, sehingga masyarakat harus tetap waspada. Pelaku peredaran obat-obatan ilegal bisa dikenakan dengan tindak pidana,yang oleh BPOM akan diserahkan ke phak kepolisian.(Alam)

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags