FKGIPS bersama Unesa komitmen tingkatkan kompetensi dan profesionalisme guru IPS

October 9, 2017

 

 

 

 

 

Sby,MercuryFM - Sejak di bentuk pada tahun 2016, Forum Komunikasi Guru IPS (FKGIPS) Jawa Timur terus melakukan berbagai kegiatan guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme gurui IPS di seluruh Jatim. Tidak hanya berupaya membentuk pengurusan FKGIPS di setiap daerah, mereka juga menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk mengadakan berbagai kegiatan dan seminar. 

 

 

Ketua Forum KomunikasiI Guru IPS Jatim, Dyah Ayunda mengatakan bahwa forum ini dibentuk membangun konektifitas guru IPS di seluruh Indonesia, baik guru IPS di sekolah negeri ataupun swasta. Karena selama ini, di forum yang lain mereka dipisah antara yang guru IPS negeri dengan guru IPS swasta. 

 

 

“Tadi kami sudah melantik 16 pengurus daerah di kabupaten kota di Jatim. Haraoan kami daweah yang belum terbentuk akan segera menyusul karena sekarang kami sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi dan kita punya target semua di wilayah Jatim terbentuk. Namun, itu perlu adanya sosialisasi secara bertahap,” ujar Dyah Ayunda usai acara Seminar Nasional dengan tema “Peran pendidikan IPS menjawab tantangan global di abad 21”  dalam rangka Diesnatalis Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum yang ke 9 dan Pelantikan Pengurus FKGIPS Daerah di Unesa Surabaya, seperti dalam siaran persnya Senin (9/10/2017).

 

 

Dijelaskan Dyah, pembentukan forum ini sangat penting untuk membantu guru IPS menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi. Pihaknya juga telah membentuk grup watshap FKGIPS untuk mempermudah komunikasi dan berbagi informasi antar anggota. Selain itu juga untuk bertukar pendapat tentang berbagai permasalahan yang sedang dihadapi.

 

 

“Banyak persoalan yang dihadapi, tentang perubahan kurikulum, perubahan materi, cara penulisan pembelajaran berubah, literasi, dan sistem pembelajaran yang harus memasukkan karakter dan memacu siswa dalam kerangka berfikir tingkat tinggi. Mereka butuh penjelasan dan bimbingan, dan kami akan membantu mereka karena kami memiliki tenaga banyak ahli dengan melaksanakan berbagai kegiatan. Bahkan dalam dua bulan ini kami telah melakukan empat kegiatan, Napak Tilas di Trowulan, Klinik Jurnal, Workshop pengayaan RPP berbasis koleksi Museum dan Seminar  hari ini,” aku Dyah.

 

 

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Agus Suprijono mengatakan bahwa sebenarnya selama ini IPS ada kesalahan di lapangan. Guru IPS di tingkat SMP tidak ada kesesuaian karena berasal dari guru sejarah atau ekonomi. Padahal sejak KTSP diterbitkan tahun 2006 lalu, IPS menjadi terintegrasi.

 

 

Padahal hampir semua guru IPS, berasal dari lulusan sejarah ataupun geografi dan ekonomi. Mereka ditugasi untuk mengajar IPS karena dianggap yang paling memenuhi kriteria dibanding lulusan lainnya.

 

 

“Akibatnya, guru IPS mengalami kebingungan karena semua mayoritas dari jurusan geografi. Hal inilah yang membuat guru IPS harus belajar secara terus menerus. Mau tidak mau mereka saling silang dan harus mempelajari konsep dasar sosiologi dan sejarah," terangnya. 

 

 

Dan sebagai solusinya, mulai tahun ini Unesa telah membuka Prodi IPS di Jurusan Geografi. Ada sekitar 26 mahasiswa sudah duduk di semester I tahun ini, walaupun menurut pengakuannya ada sekitar 200 siswa yang ingin masuk saat penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Selain itu, mahasiswa Prodi IPS di Unesa juga akan dibekali dengan materi kewirausahaan yang dimasukkan sebagai matakuliah institisional atau matakuliah lembaga.

 

 

“Selama ini guru IPS mendapatkan pembekalan melalui PLTD, tetapi untuk menjadikan mereka sebagai guru professional, itu saja tidak cukup. Dengan dibukanya prodi IPS ini kami berharap kebutuhan guru IPS di lapangan secara bertahap akan terpenuhi,” pungkasnya.(dani)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive