• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Gubernur Jatim: SMK Ujung Tombak Tekan Pengangguran di Jatim

October 10, 2017

 

 

Sby,MercuryFM - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus menjadi ujung tombak dalam menekan angka pengangguran di Jawa Timur. Untuk itu, keberadaan SMK harus diperkuat dan ditingkatkan kualitasnya, sehingga lulusannya siap diterima oleh pasar kerja. Gubernur Jawa Timur Soekarwo menjelaskan, Jatim memiliki jumlah penduduk sebanyak 39 juta jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 20 juta angkatan kerja, sementara untuk jumlah pengangguran di Jatim sekitar 4,10 persen atau sekitar 882.000 orang.

Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim menyampaikan ini Senin(09/10) malam, di salah satu Stasiun TV lokal. Pakde menyatakan, berbagai upaya terus dilakukan Pemprov Jatim untuk memperkuat pendidikan vokasional. Caranya, antara lain, melakukan kerjasama dengan berbagai negara seperti Jerman dalam bidang mechatronic, dan negara Inggris dalam bidang kelistrikan.

Tak hanya itu, ada juga kerjasama dengan negara China dalam bidang alat-alat pertanian dan sepeda listrik. Kerjasama dengan Belanda dan Australia di bidang pertanian, Korea dengan pembukaan kelas elektronik, serta kerjasama dengan Jepang di bidang perikanan dan kelautan.
"Kami serius untuk memberikan ruang pada sekolah kejuruan. Bahkan, pada tahun 2015 dilakukan moratorium pendirian SMA. Agar jumlah SMK dapat mencapai 70 : 30 untuk SMA," ujarnya.

Pakde Karwo menyatakan, upaya lain juga dilakukan Pemprov Jatim dalam menekan pengangguran. Yakni setiap 3 bulan mengadakan job market atau membuka pasar kerja dengan menggandeng perusahaan besar.  Keberadaan Job Market ini, untuk menjembatani sekaligus untuk melihat kebutuhan masyarakat terhadap spesifikasi bidang pekerjaan apa saja yang dibutuhkan.

"Job Market ini merupakan peluang sekaligus menjadi tolak ukur bagi pemerintah untuk mengembangkan jenis bidang kejuruan apa saja yang dibutuhkan oleh pasar kerja," tegas Pakde Karwo. Menurutnya, 5-10 tahun ke depan lapangan pekerjaan sangat beragam. Tapi, lapangan pekerjaan yang memiliki kreativitas dan inovasi menarik yang akan laku dan dicari oleh konsumen atau masyarakat. "Peluang ini bisa dimanfaatkan oleh anak-anak SMK yang memiliki beranekaragam keterampilan dan kompetensi sekaligus dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru," tegas Gubernur Jatim ini. (Nila)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload