PEMBANGUNAN JATIM BERBASIS SPIRITUAL

October 12, 2017

 

 

Sby, MercuryFM - Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mengalami banyak kemajuan serta rajin meraih prestasi di tingkat nasional. Berbagai capaian positif karena pembangunan yang dilakukan berbasis spiritual. Strategi pembangunan  tsb semakin fokus dan digiatkan sejak 2009, dimana salah satu langkahnya  adalah mengurangi kemaksiatan.

Hal itu disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Malam Resepsi dan Tasyakuran dalam memperingati Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (11/10) malam.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan, upaya pembangunan berbasis spiritual dilakukan sejak periode pertamanya sebagai Gubernur Jatim, pada tahun 2009 dengan mengusung visi “Jatim Makmur Berakhkak Mulia”. Langkah tsb dilatarbelakangi pertemuannya dengan pertemuannya dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur perguruan tinggi di sebuah hotel di Surabaya.
 
Dalam pertemuan itu para kiai menyampaikan bahwa banyak sekali tempat lokalisasi di Jatim, tepatnya 47 lokalisasi dengan 7.215 Wanita Tuna Susila (WTS). Melihat fakta itu, Soekarwo bersama seluruh undangan yang hadir sepakat untuk mengurangi kemaksiatan dengan target menutup lokalisasi diseluruh Jatim.   

“Mengapa mengurangi kemaksiatan? Karena jika kita bisa melakukannya, Allah SWT akann memberikan kemudahan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim.

 Salah satu poin penting yang dihasilkan dalam rapat tersebut adalah membentuk Ikatan Dai Khusus Lokalisasi (IDEAL) dengan bekerjasama dengan IAIN Sunan Ampel. Tugas IDEAL adalah menyadarkan para WTS agar kembali ke jalan yang lurus. Lokalisasi Bangunsari dan Bangunrejo dipilih sebagai tempat pertama untuk penugasan IDEAL.

Seiring berjalannya waktu, para bupati/walikota se-Jatim turut mendukung program ini. Progressnya pun luar biasa, satu persatu lokalisasi berhasil ditutup. Bahkan, lokalisasi terbesar di Jatim dan terkenal se-Asia Tenggara, yakni Dolly di Surabaya juga berhasil ditutup. Pada 2016, lokalisasi terakhir di Mojokerto telah ditutup. Kini, Jatim sudah bersih dari tempat lokalisasi. “Bahkan di Blitar, WTS nya me-wakafkan tanahnya kepada Nahdlatul Ulama untuk dibangunkan masjid. Di Tulungagung, tempat lokalisasinya diserahkan ke bupati untuk pendidikan PAUD” imbuhnya.

Setelah bersih dari lokalisasi, situasi dan kondisi Jatim menjadi semakin aman, nyaman, dan kondusif. Imbasnya, pembangunan berjalan lancar, perekonomiannya tumbuh, serta  masyarakatnya semakin sejahtera. Tak hanya itu, berbagai penghargaan pun berhasil diraih Jatim di tingkat nasional, baik pemprov maupun pemkab/kotanya.

“Jadi ingat, konsep Jatim adalah makmur berakhlak mulia, basisnya adalah spiritual bukan semata kultur. Itulah kehebatan Jatim dibanding Korea, Jepang, Cina dan India” ujarnya.

JATIM ON THE TRACK

Berbagai kemajuan di Jatim, menurut Pakde Karwo, merupakan bukti bahwa provinsi ini sudah berada di jalan yang benar alias on the right track guna mewujudkan cita-cita makmur berakhlak mulia. “Ibaratnya, jatim adalah kapal yang bergerak menuju pelabuhan, yakinlah kapal ini akan sampai ke pelabuhan. Yakni makmur berakhlak mulia” katanya.

Guna mempercepat tujuan itu, Pakde Karwo berpesan agar seluruh pihak terus berikhtiar, artinya terus berupaya semaksimal dan seoptimal mungkin sesuai profesi masing-masing. “Terima kasih kepada pemerintah, TNI, Polri, pengusaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, seluruh hadirin serta masyarakat atas kontribusinya dalam mewujudkan tujuan ini” pungkasnya.

(#pressrelease #pemprovjatim)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive