• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Tujuh Kontainer Di Depo Kontainer SPIL Perak, Surabaya Terbakar, DiDuga Karena Elpiji

October 13, 2017

 

Sby,MercuryFM - Terbakarnya tujuh kontainer di depo kontainer SPIL Jalan Teluk Bayur, Surabaya pada Kamis (12/10) sekitar pukul 23.31 Wib, belum diketahui. Kepala Dinas PKM Kota Surabaya, Candra Oratmangun mengatakan, diduga kebakaran terjadi karena 2 kontainer yang berisi tabung elpiji meledak. Untuk mengatasi kebakaran ini, 15 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.

"Kami mendapat berita sekitar pukul 23.31 WIB, setelah itu 15 unit mobil PMK melakukan pemadaman dilokasi. Api baru bisa berhasil dipadamkan Jum'at (13/10) sekitar pukul 03.29 Wib. Sempat terjadi ledakan, karena kontainer yang terbakar ada 7 dan menumpuk serta 2 dari 7 kontainer berisi tabung elpiji, jadi cukup lama untuk memadamkan api. Pembasahan baru dinyatakan clear jam 08.35," kata Kepala Dinas PMK Surabaya Chandra Oratmangun pada 96FM Mercury.  

 Tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. Petugas sempat kesulitan untuk memadamkan api, karena letak sumber air yang jauh dari lokasi. Petugas harus mengambil stock air ke Perak Timur dan kalimas, ini menyebabkan api kembali muncul. Untuk mengatasi kebakaran agar tidak merembet ke kontainer yang lain, petugas kebakaran sampai harus menggunakan skylift.

"Karena yang terbakar ini kan elpiji ya, jadi ketika air habis itu pasti akan muncul lagi api. Sementara untuk sumber air agak jauh. Kami harus ke jalan Perak Timur, karena disitu ada sumber air milik PMK. Sehingga mobil harus bolak - balik, sedangkan api menyala lagi. Banyak ledakan juga, sehingga teman - teman pemadam juga hati - hati. sampai kita harus menggunakan skylift," jelas Chandra Oratmangun. Saat ini, kata Candra, ada 319 sumber air yang tersebar di Kota Surabaya. Jadi, untuk kasus kebakaran ini meskipun dekat dengan sumber air, api tetap sulit untuk dipadamkan, karena terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti, tabung elpiji dan oli.

Kepala Dinas PMK Surabaya ini menghimbau, kepada masyarakat agar selalu waspada dan menghindari kebiasaan buruk yang bisa memicu terjadinya kebakaran. "Kita harus betul betul waspada dan prepare. Misal instalasi listrik, cobalah untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik 5 tahun sekali. Dan pemakaian listrik juga lebih bijak lagi. 1 stop kontak jangan dirangkai lagi dengan beberapa sumber listrik dan kabel yang kurang kondusif. Sesudah itu, periksa juga elpiji dan selangnya. Dan 1 yang paling kita entengkan, membakar alang-alang , lalu ditinggal," kata Chandra Oratmangun. Candra juga mengingatkan kepada masyarakat, jangan lupa untuk menghubungi pihak PMK, jika terjadi kebakaran di 112. "Pelayanan kami selalu gratis," tegas Chandra Oratmangun. (Nila/Dina)


 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags