KOMISI C DPRD KOTA SURABAYA DORONG PENGAWASAN DANA TREM RP 18 M

October 14, 2017

 

Sby, MercuryFM - Komisi C mempertanyakan anggaran Trem Rp 18 milyard oleh pemkot Surabaya yang sudah disahkan lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2017.

Anggota Komisi C Vincensius Awey mengatakan, komisi C sudah melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Kereta Api, Kementrian Perhubungan, Jumat (13/10). Dari kunjungan itu dipastikan  kalau Perjanjian Kerjasama antara Kementrian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (PT. KAI) dan Pemkot Surabaya dalam pembangunan moda transportasi cepat berupa trem, yang ditandatangani 23 September 2015 ternyata belum dicabut. Itu artinya pengadaan lahan, aktifitasi rel dan pembangunan depo adalah tanggung jawab PT KAI sebagai operator pelaksana.Jadi buat apa anggaran Rp 18 milyard itu. Kalaupun alasannya untuk dana cadangan Awey mengatakan "Apa ada ketentuan soal anggaran cadangan itu, setahu saya tidak ada nomor rekening untuk itu, kalaupun ada untuk dibelanjakan. padahal semua pembelanjaan sudah menjadi tanggung jawab PT KAI karena perjanjian kerjasama masih berlaku, kecuali PT KAI undur dari penjanjian kerjasama itu".

 

Dengan adanya temuan tersebut, politisi partai Nasdem itu mengingatkan kepada para anggota dewan, agar jangan sampai ada mekanisme yang salah kemudian menjadi persoalan dikemudian hari. Lebih menyadari meski terlambat.

 

Awey juga menambahkan kalau ini adalah bagian dari fungsi kontrol, kalau keputusan diambil melalu mekanisme yang salah dan penggunaan anggarantidak jelas maka akan memicu masalah.

Upaya Pemkot Surabaya mencadangkan anggaran Trem Rp 18 M, sama artinya dengan mendahului agar kerjasama itu berakhir. Tapi kalau tidak, maka anggaran cadangan itu menjadi silva yang tidak bisa dibelanjakan. Sehingga akan mempengaruhi evaluasi serapan APBD tahun 2017.

 

Sementara itu masih kata Awey Kemenhub mengalokasikan anggaran untuk pembangunan depo maupun reaktifasi jalur trem sekitar Rp. 30 M. "Awalnya Rp. 100 M, tapi kemudian terserap untuk lainnya, tinggal Rp. 30 M.

 

Komisi C tidak bermaksud menghalangi rencana Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadirkan Angkutan Massal Cepat (AMC). Justru, pihaknya mendorong pembangunannya agar segera mungkin terealisasi  di kota Surabaya. Hanya, kalangan dewan menginginkan semuanya dapat berjalan sesuai ketentuan yang ada.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group