• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Ulama Sepuh NU Jatim, Apresiasi keputusan PDI Perjuangan dan PKB

October 18, 2017

 

Sby, MercuryFM - Sejumlah ulama sepuh NU di Jawa Timur mengapresiasi langkah PDI Perjuangan dan PKB yang menindaklanjuti keputusan beberapa ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) mengusulkan nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai calon Gubernur Jatim.

Apresiasi ini ditunjukkan dengan silaturrahmi para ulama tersebut dengan Gus Ipul sapaan akrab Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di kediama Gus Ipul jl Imam Bonjol, (Rabu, 18/10/17)

"Kami sangat menghargai dan mengapresiasi PDI Perjuangan dan PKB yang tak melupakan sejarah tentang usulan para kiai-kiai NU menghadapi Pilkada Jatim," ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Kediri, KH Anwar Iskandar, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa.

Bahkan, keputusan PDI Perjuangan untuk menyandingkan Gus Ipul dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dinilai KH Anwar Iskandar, merupakan langkah tepat karena menyinergikan kaum nasionalis dan agamis.

"Ini menurut kita langkah tepat dalam mengayomi kelompok nasionalis dan Agamis yang begitu kental di Jatim. Semiga ini pilhan yang tepat untuk Jatim kedepan pasca Pakde Karwo," ujarnya.

Dalam kesempatan ini para kyai kata KH Anwar Iskandar, juga mengingatkan pasangan Gus Ipul dan Abdullah Azwar Anas untuk menghindari politik fitnah menjelang Pemilihan Kepala Daerah setempat pada 2018.

"Hindari politik fitnah, ujaran kebencian dan semua yang bisa memecah belah kesatuan bangsa, khususnya di media sosial," kata Wakil Ketua Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim tersebut.

Kata KH Anwar Iskandar, politik fitnah merupakan bentuk tidak santun yang mengarah pada perpecahan bangsa, serta dilarang oleh Islam.

"Sudah sangat jelas bahwa itu hukumnya haram. Kami harap tak ada politik yang mengarah ke arah sana dan tak terpancing isu-isu provokatif di media sosial," ucapnya.

sejumlah ulama NU yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya,  yakni KH Zainudin, KH Nurul Huda, KH Anwar Manshur, KH Kafabih Mahrus, KH Fuad Jazuli, KH Fuad Sidogiri, KH Idris Hamid, KH Nuruddin Bangkalan, KH Ghozali Sampang, KH Mahrus Sampang, KH Miftahul Achyar, KH Mujib Imron, KH Fahrur Rozi Malang, KH Mutawakkil Alallah, KH Ali Masyhuri, KH Syafiudin Sampang, KH Ubaidillah Faqih, KH Kholil Situbondo dan KH Nawawi Pasuruan.(Ari Setia Budi)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags