ASISTEN I PEMKOT SURABAYA DIGUGAT Rp 5 M

October 27, 2017

 

Sby,MercuryFM - Asisten I (Bidang Administrasi Pemerintahan) Pemerintah Kota Surabaya, Yayuk Eko Agustin, digugat perdata secara perorangan oleh Rudi Marudut (45) warga Jl Kebraon.

Gugatan diajukan Rudi setelah dirinya dilaporkan atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan ditetapkan sebagai tersangka Kamis (26/10/2017).

Rudi yang berprofesi sebagai Jurnalis dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas tuduhan pelanggaran UU ITE hanya karena dirinya berusahan melakukan wawancara melalui pesan whatSapp terkait Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) program hibah Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) yang sudah dialokasikan sejak ABPD 2016 Murni pada akhir 2015 lalu kepada Kasubag Pemerintahan Pemkot Surabaya, Ahmad Yardo Wifaqo.

Dalam WA Rudy menulis “Ass. Met siang Pak bro, gmn kabrnya mhn info kpn bs NPHD utk Jasmas Murni 2017, Soalnya info dr pusat (jkt) yang sdh komunikasi dgn Bu wali & Bu Yayuk lgs, bhw bu yayuk sdh memerintahkan p.edy utk dpt sgra mnuntaskan jasmas hingga 2017 ini, gmn bro.”

Pesan WA tersebut kemudian dilaporkan Yayuk ke Polrestabes Surabaya.

Atas laporannya dan ditetapkan sebagai tersangka, orang tua penggugat yaitu Nonner (70) langsung shok dan meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit.

“Mengetahui saya ditetapkan sebagai tersangka ibu saya langsung shock. Kemudian ibu saya meninggal dunia. Itu yang membuat saya melakukan gugatan,” terang Rudi Marudut.

Dalam sidang gugatan sebelumnya, (Yayuk) mengirim Biro hukum Pemkot Surabaya. Namun Majelis Hakim Pujo Saksono menolak dan minta Prinsipel (Tergugat) datang sendiri.

“Ini gagatan atas nama pribadi bukan instansi kedinasan, tolong prinsiple-nya yang hadir sendiri,” ujar Pujo.

Namun, pada sidang mediasi, Kamis (26/10/2017), tergugat kembali tidak hadir dan hanya diwakili kuasa hukumnya.

“Kalian ini gimana, saya sudah bilang sebelumnya prinsiplenya yang datang, bukan diwakilkan. Sudah sidang saya tutup,” perintah Hakim Pujo.

Kuasa hukum penggugat, Viktor A Sinaga merasa heran dengan tindakan Asisten 1 Pemkot Surabaya ini yang langsung main lapor atas konfirmasi penggugat.

“Saya sayangkan tindakan dari Yayuk yang asal main lapor ke Polrestabes Surabaya, secara tidak langsung laporan itu membuat orang tua Rudy menjadi drop hingga Meninggal Dunia,” terang Viktor.

Menurut Viktor, Rudi merasa bingung dengan tindakan Yayuk yang melaporkannya ke Polrestabes Surabaya. Sebab pesan tersebut tidak ia tujukan kepada Yayuk, melainkan kepada pribadi Kasubag Pemerintahan Ahmad Yardo Wifaqo.

Kerena itu kami anggap tindakan Yayuk merupakan perbuatan melawan hukum. (Alam)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive