• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Pacu Pasar Ekspor Perhiasan, Pemerintah Perluas Pasar Dalam Negri

October 27, 2017

Sby, MercuryFM - Selama tahun 2017 pasar ekspor perhiasan alami penurunan, untuk itu saat ini pemerintah berupaya dan ingin memperluas pasar dalam negeri.

 

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), Gati Wibawaningsih menyampaikan produk perhiasan merupakan produk non-migas yang berpotensi besar dalam mendukung pembangunan perekonomian Indonesia. "Nilai ekspor perhiasan 2016 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015," kata Gati usai membuka Surabaya Jewellery Fair 2017, Kamis malam (26/10/2017).

 

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor perhiasan tahun 2016 secara nasional tercatat sebesar 6,37 miliar dolar Amerika. Nilai tersebut meningkat 13,65 persen dibanding ekspor perhiasan tahun 2015 yang mencapai 5,49 miliar dolar Amerika.

 

Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan hingga September 2017, ekspor komoditas perhiasan dan permata turun mencapai 31,36 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Total nilai ekspor di Jawa Timur tercatat sebesar 2,53 miliar dolar Amerika sampai September 2017.

 

Sedangkan periode yang sama tahun lalu mencapai sebesar 3,68 miliar dolar Amerika.

 

Menurut Gati, penurunan tersebut disebabkan karena kondisi pasar dunia yang sedang melesu. Selain itu, Gati menambahkan, rakyat Indonesia yang masuk golongan menengah saat ini cukup banyak.

 

Hal itu merupakan pasar lain yang memiliki potensi besar bagi komoditas perhiasan dan permata Indonesia. "Ke depannya kita harus banyak libatkan ibu-ibu profesional dalam setiap pameran perhiasan," pungkas Gati.(Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us