PEMKOT SURABAYA BINGUNG RELOKASI WARGA JOYOBOYO


Sby, MercuryFM - Pemkot Surabaya berencana melanjutkan pembangunan Trem, setelah ada penegasan soal komitment kerjasama dari PT KAI dan Kementrian perhubungan. Penegasan itu disampaikan Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Surabaya Dwija Wardhana. "Ibu Walikota sudah bertemu dengan PT KAI dan Kementrian Perhubungan, yang intinya PT KAI tetap komit bekerjasama untuk merealisasikan rencana pembangunan itu sesuai dengan perjanjian kerjasama yang sudah disepakati sebelumnya" ujar Dwija

Dwija menambahkan, sekarang tinggal bagaimana teknis pelaksanaannya, yang diantaranya berupa pembangunan depo. Karena lahan yang dipakai itu aset negara, yang sekarang menjadi kawasan pemukiman. Pemindahan atau relokasi masyarakat di kawasan itu, tetap harus diperhatikan dan tidak digusur begitu saja.

Kata Dwija, Pemkot Surabaya dan PT KAI sedang memformulasikan mekanisme yang bisa dilakukan sebagai ganti rugi untuk warga terdampak di kawasan Joyoboyo. Opsi solusi yang bisa dipilih dengan merelokasi mereka ke rusun milik pemkot. Karena kalau diberikan ganti rugi begitu saja akan menyalahi aturan, karena mereka menempati tanah negara tanpa ijin

Dari perjanjian kerjasama, relokasi itu menjadi tanggung jawab PT KAI. Tapi pemkot Surabaya harus siap memfasilitasi dan mendukung dengan bantuan camat dan lurah untuk mesosialisasikan.

Mantan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bappeko Surabay itu menambahkan, untuk pembangunan depo Joyoboyo tahap 1, dibutuhkan lahan sekitar 4-5 hektar yang sekarang dihuni sekitar 200 sampai 300 kepala keluarga, tapi itu baru sementara. Karena total lahan yang dibutuhkan untuk area depo Trem di Joyoboyo seluas 13 hektar. (alam)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group