• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PEMBANGUNAN PABRIK GULA BARU JANGAN SAMPAI MEMATKAN KEBERADAAN PABRIK GULA YANG SUDAH ADA

November 3, 2017

Sby, MercuryFM - Pembangunan Pabrik Gula baru di Kabupaten Blitar harus benar benar dievaluasi keberadaannya. Pembangunan Pabrk Gula yang akan dibangun oleh investor PT Rejoso Manis Indo, jangan sampai mematikan keberadaan pabrik gula yang ada di sekitarnya, yang selama ini sudah ada. 

 

Hal ini yang disoroti anggota DPRD Jatim Fraksi PDI Perjuanga Suharti, S.Psi, MM, yang berangkat dari daerah pemilihan (Dapil) IV, Kediri kota Kabupaten, Blitar Kota Kabuaten dan kabupaten Tulunggagung. 

 

Menurut Wanita yang sudah dua periode menjadi anggota DPRD jatim ini, keberadaan Pabrik baru yang saat ini sudah dibangun di desa Rejoso kecamatan Binangun kabupaten Blitar, diatas lahan 30 hektar dengan nilai investasi 2 Triliun tersebut, dan ditarget akan mulai broperasi (commissioning) awal tahun 2019ini,  harus disikapi oleh pemerinta daerah baik propinsi maupun Kabupaten Blitar. Persyaratan yang harus dipenuhi serta beberapa perijinan yang ada harus benar benar dilakukan pengawasan ketat.

 

“Saya dapat masukan, banyak hal hal yang mendapatkan protes dari masyarakat. Ini yang harus di hindari. Jangan sampai keberadaannya malah menimbulkan permasalahan di warga sekitar,” ujarnya.

 

Selain itu, terkait ketersediaan lahan untuk penanaman tebu guna memasok pabrik gula nantinya sebesar 20 persen yang sudah diamanatkan dalam pembangunan pabrik gula, juga harus benar benar diwujudkan jangan sampai hal ini tidak tersedia.

 

“Kalau hal ini tidak tersedia dan pabrik baru tidak memiliki lahan sendiri, maka akan berdampak pada tersedotnya hasil panen petani tebu diwilayah lain yang imbasnya akan mematikan keberadaan pabrik gula yang sudah ada saat ini di wilayah Kediri dan sekitarnya,” jelasnya.

 

Suharti juga menjelaskan hal ini perlu dilakukan karena pihaknya berharap jangan sampai keberadaan pabrik gula baru ini malah akan mematikan keberadaan pabrik pabrik gula yang ada di wilayah Kediri dan tulungagung.  Keberadaan Pabrik Gula baru harus bias menjadi penopang kekurangan produksi gula yang dihasilkan pabrik pabrik yang ada sebelumnya. Tidak malah keberadaannya mematika pabrik pabrik gula tersebut.

 

“Bayangkan bila keberadaan pabrik gula baru malah mematikan keberadaan pabrik gula yang sudah ada, maka berapa orang yang akan menderita akibat hal itu. Ini yang harus di perhatikan serius oleh pemegang kekuasaan khusunya pemerintah Propinsi jatim,” terangnya.(ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive