TANPA SISTEM ELEKTRONIK PARKIR ZONA RAWAN BOCOR


Sby, MercuryFM - Rencana pemkot Surabaya menambah titik parkir zona mendapat sorotan kalangan dewan. Komisi C DPRD Surabaya meminta Dinas Perhubungan melengkapi parkir zona dengan perangkat elektronik, sebelum menerapkannya.

Menurut Wakil Ketua Komisi C, Buchori Imron, kalau tak dilengkapi perangkat elektronik yang mendukung khawatirnya terjadi kebocoran pendapatan. “Jika tak ada alat pengukur yang jelas, bisa menyebabkan kebocoran makin tinggi,” ujarnya. Komisi C kata Buchori sudah menyepakati pemberlakukan tarif parkir zona di 93 ruas jalan. Alasannya, mekanisme itu dibutuhkan guna mengurangi kemacetan lalu lintas.

“Karena kadang mereka yang parkir tak memperhatikan waktu sehinggam dengan main bertambah berdampak pada kemacetan,” tuturnya Namun, ia menegaskan, agar pelaksanaannya berjalan efektif, disiapkan terlebih dahulu peralatan elektronik sederhana bentuknya portable yang bisa mendata jumlah parkir sekaligus tarif yang dikenakan, serta langsung terkoneksi dengan Dinas Perhubungan.

“Kalau itu diterapkan gak ada jukir yang nakal,” tegasnya.

Hanya saja, menurut Politisi PPP, Dinas Perhubungan memilih perangkat lain, seperti yang dipasang di sekitar Balai Kota. Namun peralatan tersebut harganya relative mahal, per unit sekitar Rp. 125 juta. Penerapan parkir zona dan progresif berkaitan dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, Dinas Perhubungan menargetkan tahun ini PAD yang didapat dari jasa parkir mencapai Rp. 28 M. Ia yakin target tersebut bisa dicapai.

“Saya yakin terlampaui, dan tahun depan (target) kita naikkan lagi,” ujar Buchori.

Ia berharap, apabila penerapan parkir zona di 93 titik berhasil, bisa diperluas di sejumlah ruas jalan lain. (mer)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group