DPRD Jatim Prihatin Kasus Kekerasan Dokter oleh Ketua AKD Sampang

November 7, 2017

 

Sby, MercuryFM - Aksi kekerasan yang terjadi di Kabupaten Sampang terhadap seorang dokter ketika melakukan observasi pasin sangat disesalkan kalangan DPRD Jatim.

 

Kekerasan yang dilakukan oleh Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kab. Sampang Abdullah Hidayat kepada dokter intership, dr.Sulis Sulit, menunjukkan masih lemahnya penghargaan masyarakat atau keluarga pasien terhadap tenaga medis khusunya profesi Dokter.

 

"Ini cukup memprihatinkan,  apalagi ini dilakukan oleh seorang tokoh masyarakat yang seharusnya memberikan contoh positif pada masyarakat," ujar dr Benyamin Kristianto anggota komisi A DPRD Jatim dari Partai Gerindra Jatim.

 

Menurut dr Benyamin dalam aturannya disetiap rumah sakit faskes (fasilitas kesehatan) atau puskesmas semua memiliki SOP (standar operasional prosedur). Dan dibeberapa Unit gawat darurat (UGD) mengunakan sistem trias. Dimana disana ada warna hijau, merah hingga hitam.

 

 ‘’Artinya jika ada pasien yang datang hanya sakit pilek saja, maka dia bisa dimasukan dalam standar hijau artinya penanagannya tidak terlalu emergency. Terkecuali ada pasien meski dia datang terakhir, namun kondisinya gawat, maka dia masuk status hitam dan segera mendapat pertolongan,’’ tegasnya, (6/11).

     

Karenanya, dalam menangani pasien, seorang dokter sudah memiliki SOP.  Sebaliknya, jika ada pasien dan keluarga pasien tidak terima dalam penanganan dokter, mereka bisa melayangkan protes ke rumah sakit atau ke IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Bukan sebaliknya melakukan tindak kekerasan yang itu justru merugikan dia sendiri dan dokter yang menanganinya.

 

‘’Apalagi dokter itu perempuan. Hal itu memang sangat disayangkan. Dimana seorang tokoh masyarakat memberikan contoh yang lebih baik.   Kedepannya, harapan kami tidak ada lagi ada kekerasan. Sementara untuk permintaan maaf harus dipublikasikan, hal ini sebagai antisipasi kejadian ini tidak terjadi kembali di kemudian hari,’’lanjutnya.

 

Sementara itu Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Miftahul Ulum mengatakan Indonesia sebagai negara hukum, seseorang tidak bisa main sendiri. Apalagi seorang tokoh atau ditokohkan harus bisa menjaga diri, karena tokoh menjadi panutan. Sebaliknya, kalau yang bersangkutan tidak bisa menjaga diri, maka orang  bertanya tokoh macam seperti apa dia.

 

‘’Profesi dokter perlu dihormati karena punya mekanisme dan SOP sendiri-sendiri. Kalu tidak memuaskan tidak perlu kekerasan, dan bisa klarifikasi ke rumah sakit atau IDI Jatim,’’lanjutnya.

 

Terkait kasus ini pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim melayangkan surat protes dan meminta kepolisian melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini.

 

Seperti diketahui, kekerasan terhadap profesi dokter terjadi di RSUD Sampang. Kekerasan dilakukan oleh ketua Asosiasi Kepala Daerah (AKD) Sampang Abdullah Hidayat terhadap dr. Sulis Sulit. Apalagi kondisi dr Sulis saat itu sedang Hamil.

 

Kekerasan terjadi karena Abdullah Hidayat merasa dr mengabaikan dan lambat meakukan penanganan terhadap orang tuanya yang masuk di IRD karena sakit. Padahal saat ini sedang dilakukan observasi anamnesis (wawancara dialog tentang kondisi pasien sebelum dilakukan tindakan-red) oleh dr Sulit terhadap pasien tersebut. (Ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group