• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Emil dan Ipong Tidak Layak Maju Pilgub Jatim

November 9, 2017

Sby, MercuryFM - Muculnya nama dua Bupati yang belum genap 2 tahun memimpin wilayahnya dalam pusaran pilgub jatim mendatang dan salah satunya kemunginan besar akan di gandeng Khofifah Indar Parawansa sebagai cawagub, yakni, Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni mulai mendapat kritik dan disesalkan. 

 

 

Hal ini tampak dari sikap Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI). Melalui ketua umumya Mujito, menyesalkan adanya rencana dua Bupati tersebut ikut maju di pilgub Jatim 2018 mendatang.

 

Kata Mujito, Berdasarkan laporan-laporan dari anggotanya di Ponorogo dan Trenggalek, mayoritas masyarakat di desa-desa masih berharap dan menunggu sepak terjang para bupati di daerah masing-masing. 

 

“Masyarakat di desa-desa begitu dengar bupatinya mau maju bupati, mereka keberatan,” kata Mujito.

 

Menurutnya, bupati seperti Emil Dardak yang masih muda itu masih panjang kariernya. Lebih baik diselesaikan satu periode dulu sebelum naik ke level provinsi. Buktikan dulu kerja-kerja untuk masyarakat Trenggalek. Tidak bisa menjadi kepala daerah itu hanya mengandalkan ganteng atau istrinya yang artis seperti saat kampanye lalu. 

 

“Tunggu satu periode lah. Permintaan dari masyarakat di Trenggalek sudah jelas, minta beliau Jangan maju pilgub dulu. Masih terlalu baru dan belum kelihatan kinerjanya,” paparnya. 

 

Alasan masyarakat itu kata Mujito, sangat masuk akal dan wajar. Karena, masyarakat sudah memilih bupati dengan harapan ada perubahan di daerahnya, terutama di desanya. Apalagi di daerah mataraman itu, lebih dikenal dengan urusan etika kesantunan, ketika sudah minta dipilih di pilbub 2015 lalu, maka konsekuensinya adalah manfaat selama 5 tahun periode kepemimpinan. 

 

“Masyarakat masih ingat janji-janji para bupati itu, dan itu belum satupun terealisasi. Ini kok malah mau maju gubernur,” heran Mujito menirukan aspirasi para anggotanya itu.

 

Selain itu, kata Mujito, dua bupati yang santer muncul bakal digandeng Khofifah itu belum punya pengalaman yang cukup untuk memimpin provinsi sebesar Jawa Timur. Karena sekelas Pakde Karwo yang cukup berhasil menjabat gubernur dua periode, masih terjadi sejumlah kekurangan. 

 

“Jawa Timur ini sangat luas, penduduknya hampir 40 juta, tidak bisa dipimpin oleh orang yang belum punya pengalaman. Menurut kami (Emil dan Ipong) belum layak maju di Jatim,” tegas Mujito yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua PPDI Jawa Timur ini. 

 

Mujito mengaku hingga detik ini PPDI masih belum menentukan sikap untuk mendukung calon gubernur dan wakil gubernur Jatim di pilkada 2018. Namun PPDI sudah menyiapkan beberapa kriteria berdasarkan aspirasi masyarakat di desa.

 

“Menurut kami di PPDI yang setiap hari bersinggungan dengan masyarakat langsung, sebaiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim nanti itu adalah sosok yang tahu dan paham kebutuhan masyarakat,” terangnya.

 

Dari kacamata pengalaman selama ini, lanjut Mujito, Gubernur yang berangkat dari Birokrat juga sangat terbukti seperti Gubernur Soekarwo yang mantan Kepala Dinas Pendapatan dan Sekdaprov Jatim. 

 

“Saya yakin ada birokrat di Pemprov Jatim yang lebih layak, punya pengalaman, punya jaringan dan bisa diterima masyarakat,” imbuhnya.(Ari.S)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive