INDONESIA TERMASUK NEGARA TERTINGGAL DALAM MENGEMBANGKAN INDSUTRI HALAL


Sby, MercuryFM - Industri halal di Indonesia dinilai masih jauh tertinggal dibanding negara-negara lain. Padahal penduduk di Indonesia mayoritas tercatat adalah muslim.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Djohansyah menyebut Indonesia harus mengejar ketertinggalan mengembangkan industri halal. "Thailand misalnya, produksi makanan bersertifikasi halal, Australia mengekspor daging halal, Cina mengekspor busana muslim, dan masih banyak lagi," kata Difi Ahmad Djohansyah, di Surabaya Jumat (10/11/2017).

Menurut Difi, besarnya populasi muslim di Indonesia belum sejalan dengan pengembangan industri halal dalam negeri. "Kita jangan cuma jadi pasar, peluang kita sangat besar, kebutuhan masyarakat harus halal, potensinya ada," terang Difi di sela-sela kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2017

Sementara itu Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia menambahkan, Indonesia telah hampir 30 tahun mengembangkan keuangan syariah, namun hasilnya tidak lebih dari 10 persen. "Ini kan prihatin sekali, padahal penduduk muslim kita terbesar di dunia," ucap Perry.

Melalui kegiatan ISEF 2017 yang digelar hingga Sabtu (11/11/2017) diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi syariah yang difokuskan pada gaya hidup (lifestyle).

"Gaya hidup halal menjadi terobosan baru dalam ekonomi syariah, tidak hanya tentang lembaga keuangan syariah atau perbankan," pungkas Difi.(Dani)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group