GERMAS KEMBALI DIGAUNGKAN DI PERINGATAN HKN 2017

November 12, 2017

 

Sby,MercuryFM - Peringatan Hari Kesehatan Nasional di Peringati Dinas Kesehatan Propinsi Jatim dengan menggelar jalan sehat di sekitar kantor Dinkes Jatim Jl. A Yani. 

 

Jalan sehat itu diikuti oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso, seluruh staff Dinkes Jatim dan masyarakat.

 

Peringatan HKN 2017 di Jatim merupakan bagian dari peringatan serentak secara nasional yang berpusat di Jakarta, dan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, sambil menyempatkan diri melakukan teleconference dengan sejumlah Propinsi termasuk Jawa Timur.

 

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf pada kesempatan ini kembali mengingatkan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) sebagai tindakan preventif yang paling efektif mencegah terserang penyakit. "Kita ingin memperkuat tindakan preventif promotif, kalau andalan kita kuratif anggaran berapapun tidak akan cukup mengatasi persoalan orang sakit. BPJS punya anggaran berapun akan jebol" kata Gus Ipul.

 

Masyarakat diajak untuk membiasakan diri hidup sehat, dengan pola makan yang teratur dan makanan sehat. Gus Ipul juga mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi hasil pertanian lokal, seperti buah dan sayur. Lebih baik lagi untuk mengkonsumsi hasil pertanian yang mengunakan pupuk organik.

 

Olah raga juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan kalau ingin hidup sehat. Gus Ipul mengaku senang dengan aktifnya kelompok-kelompok masyarakat termasuk media yang menggelar kegiatan olah raga bersama, seperti bersepeda santai dan jalan sehat.

 

Sementara itu lebih spesifik lagi, Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari santoso mengatakan, angka kematian ibu dan bayi Jatim sangat rendah dibandingkan daerah lain."Kematian ibu dan bayi di Jatim saat ini diangka 91 berbanding 100 ribu angka kelahiran hidup. Jumlah ini lebih rendah dari angka nasional yang malah naik jumlahnya menjadi 300" kata Hari Santoso.

 

Demikian juga dengan asupan Gizi. Kohar hari Santoso mengatakan asupan gizi di jatim lebih baik dari rata-rata nasional. "Prosentase kekurangan gizi (stunting)di Jatim pada usia 0 bulan-59 bulan sekarang ini lebih rendah dari rata-rata nasional diangka 26,1%, sedangkan nasional masih diangka 27,2%" ujarnya. meski begitu Kohar Hari Santoso mengakui ada beberapa daerah yang angka asupan gizinya kurang bagus. Tapi pemprov Jatim secara simultan berusaha untuk memperbaikinya.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive