• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Mahasiswa Ekonomi Indonesia Jatim Prihatin Menjamurnya Outlet Pasar Modern Ditengah Masyarakat

November 15, 2017

Sby,MercuryFM - Keberadaan otlet otlet pasar modern yang saat ini semakin menjamur dan masuk ke wilayah permukiman warga harus segera disikap pemerintah Propinsi Jatim.

 

"Kondisi ini bila dibiarkan, maka secara tidak langsung membunuh usaha warung kelontong yang dimiliki warga dan juga keberadaan pasar tradisional yang disamping kanan kiri dan depan sudah berdiri outlet oulet pasar modern tersebut," kata Koordinator Wilayah

Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Jawa Timur, mewakili puluhan mahasiswa ISMEI yang menyampaikan kegelisahan mereka terhadap sejumlah masalah kepada DPRD Jatim, termasuk monopoli outlet pasar modern terhadap pasar tradisional yang mematikan perekonomian masyarakat di bawah.

 

Menurut Fahmi, pihaknya berharap ada proteksi dari pemerintah terhadap usaha warga dari cengkeraman pemodal besar. Keberadaan mereka bila dibiarkan tanpa ada pembatasan maka tidak menutup kemungkinan akan menggerus keberadaan penjual kolontong di tengah masyarakat dan pedagang dipasar tradisional. 

 

"Perlu ada regulasi untuk melindungi masyarakat  penjual kolontong dan pedagang di pasar tradisional. Semisal adanya pembatasan outlet pasar modern di perkampungan, jarak outlet pasar modern dengan pasar tradisionlal juga perlu di buat," ujarnya.

 

 

Sementara itu, Anggota Fraksi NasDem-Hanura DPRD Jatim, Mochamad Eksan yang menemui delegasi mahasiswa itu menyambut positif inisiatif para mahasiswa yang berasal dari 40 kampus se Jatim tersebut untuk menyampaikan aspirasi mereka ke parlemen. 

 

Menurut politisi NasDem ini, mahasiswa adalah kelompok intelektual yang menjadi penyambung lidah rakyat. Karena itu, pihaknya akan menindaklanjuti sejumlah aspirasi yang disampaikan para mahasiswa tersebut. 

 

Tentunya, hal itu sesuai kapasitas pihaknya sebagai anggota parlemen yang mempunyai tiga fungsi yaitu, pengawasan, legislasi dau penganggaran.

 

“Aspirasi para mahasiswa itu semuanya positif, kami akan tindaklanjuti aspirasi tersebut. Untuk perlindungan terhadap pasar tradisional sebenarnya sudah ada perdanya, dan sudah banyak mengatur keberadaan otlet pasar modern agar tidak menjadi ancaman dan mematikan keberadaan padar tradisional. tinggal didorong lagi penegakkannya," jelas anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

 

Dalam kedatangan ke DPRDJatim, para mahasiswa yang tergabung di Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah Jatim ini juga menyoroti persoalan pertambangan di jatim yang mengancam kondisi lingkungan karena aturan yang belum tegas dalam melindungi lingkungan akibat usaha pertambangan.

 

Mereka juga menyoroti soal bonus demografi yang dimiliki jatim kedepan, yang juga harus disikapi untuk kemajuan pembangunan jatim sendiri kedepan. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive