• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Disperindag Jatim Dorong Perluasan Pasar Ekspor Jatim Ke Negara Non Tradisional

November 16, 2017

 

Sby, MercuryFM - Selama kurun waktu 2017 terjadi penurunan nilai ekspor perhiasan di berbagai negara hingga 19 persen, apabila dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu. Untuk itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur mendorong perluasan pasar perhiasan di Jawa Timur ke sejumlah negara non-tradisional. 

"Padahal selama tahun 2016 nilai ekspor perhiasan Jatim mampu mencapai 4,1 miliar dolar AS. Namun hingga triwulan ketiga tahun 2017, nilai ekspor perhiasan Jatim turun menjadi 3 miliar dolar AS," kata Kepala Disperindag Jatim, Ardi Prasetyawan, Kamis (16/11/2017).

Dengan penurunan ini, Ardi mengaku, siap melakukan berbagai upaya supaya pasar perhiasan Jatim kembali membaik. Misalnya saja membidik negara non-tradisional, yakni ke Afrika, Sri Lanka, Timur Tengah dan negara lain.

"Sementara itu, dapat juga dengan meminta Kementerian Perdagangan RI agar mengimbau negara tujuan ekspor perhiasan Jatim menurunkan bea masuk, dari lima persen menjadi nol persen. Sebagai contoh, di Dubai kami dikenakan bea masuk lima persen," jelas Ardi.

Di sisi lain, tambah Ardi, hal ini diterapkan agar para eksportir tidak mengalami kendala saat melakukan ekspor. Khususnya bagi mereka yang selama ini mengekspor perhiasan ke sejumlah negara. "Di lain pihak, kini idealnya angka pertumbuhan industri juga harus ditingkatkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim pada tahun ini," tegasnya.

Salah satu caranya, sebut dia, dengan mendorong pelaku industri di Jawa Timur untuk terus tumbuh dan mengembangkan usahanya. Kemudian, mereka juga harus berani meningkatkan inovasi, kreativitas, dan tidak gagap teknologi informasi. “Dengan cara ini, kami targetkan angka pertumbuhan industri di Jawa Timur bisa melebihi realisasi pertumbuhan ekonomi di provinsi ini,” katanya.

Untuk diketahui, hingga triwulan ketiga tahun 2017 pertumbuhan ekonomi di Jatim 5,21 persen. Sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan industri di provinsi ini telah mencapai 5,16 persen.(Dani) 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags