• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Kebutuhan Pabrik Pengelola Limbah B3 Di Jatim Sangat Mendesak

November 20, 2017

 

Sby, MercuryFM - Pemprov Jatim saat ini sedang menyiapkan lahan untuk pabrik pengolahan limbah B3 di Jatim. Pabrik ini akan ditempatkan di lahan perhutani seluas 57 hektar, di selatan Desa Cendono, Dawarblandong, Mojokerto. Untuk diketahui kebutuhan Jawa Timur untuk memiliki pabrik pengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sudah sangat mendesak. Dari 170 juta ton limbah B3 yang dihasilkan oleh 414 industri di Jatim, baru 35 persen di antaranya yang terolah.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur Diah Susilowati mengatakan potensi limbah di Jatim lebih banyak. Dari 811 ribu industri yang beroperasi di Jawa Timur, 1.100 di antaranya berpotensi menghasilkan limbah B3. "Kita belum punya tempat pengolahan limbah B3. Hanya ada industri kecil-kecil saja. Saya kira di Jatim sudah sangat mendesak, ya. Karena selama ini kebanyakan limbah B3 dibuang di Jabar, (Cileungsi, Bogor, red)," kata Diah Susilowati, Senin (20/11/2017).

 

Tempat ini dipilih karena memiliki kriteria seperti yang disyaratkan dalam membangun pengolahan limbah B3. Satu di antara syarat itu, jauh dari permukiman warga. Sedangkan lahan perhutani yang dipakai ini akan ditukar dengan lahan di Situbondo.


Diah mengatakan, pembangunan tempat pengolahan limbah B3 saat ini masih menunggu semua perizinan selesai. Kalau semua izin dan amdal selesai, setidaknya tahun depan sudah dimulai tahapan berikutnya, pemagaran lahan dan perataan tanah.

"Insya Allah tahun depan pembangunannya. Prasarananya dulu yang diutamakan, memberi pagar dan menyiapkan jalan aksesnya. Selanjutnya baru pembangunan infrastrukturnya," katanya.

Sebelumnya, Soekarwo Gubernur Jawa Timur menyebutkan, Pemprov Jatim telah menganggarkan Rp50 miliar untuk pembebasan lahan tempat pabrik pengolah limbah B3 akan dibangun di Mojokerto.

Soekarwo juga mengatakan, pabrik pengolah limbah B3 ini akan dibangun dengan dengan sistem Public Private Partnership, bekerjasama dengan pihak swasta.(Dani)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload