Kosgoro 57 Jatim Desak Munaslub Golkar Untuk Selamatkan Pilkada

November 20, 2017

 

Sby,MercuryFM - Pasca ditetapkannya Ketua Umum Partai Golakar Setyo Novanto dan telah silakukan penahanan di rutan KPK, Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Timur melakukan inisiatif menyikapi persoalan serius di tubuh Golkar tersebut.

 

Pasalnya, kasus penangkapan Ketua Umum Golkar Setya Novanto oleh KPK menjadi PR besar Partai Golkar agar tidak semakin terpuruk. Salah satu aspirasi itu adalah segera menggelar Musyawarah Luar Biasa untuk memilih ketua Umum yang baru.

 

Apalagi akibat kasus hukum tersebut membuat keresahan kader-kader di bawah yang amat mandalam atas kondisi partai Golkar saat ini. Khususnya dalam menyelamatkan calon yang diusung Partai Golkar dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah serentak di Jawa Timur ataupun di seluruh Indonesia yang digelar Juni 2018.

 

 “Persoalan yang menimpa Ketua Umum Golkar ini jangan dianggap enteng, kalau dibiarkan semua bisa kena imbas buruk, kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar gara-gara penangkapan (Setnov) oleh KPK itu telah membuat Golkar berada di ujung jurang,” kata Yusuf Husni, Ketua PDK Kosgoro 1957 Jawa Timur, Senin (20/11/17).

 

Menurut Yusuf Husni, sebagai salah satu ormas pendiri Partai Golkar, Kosgoro 1957 Jatim membuat peryataan sikap yang ditujukan kepada Partai Golkar Jawa Timur dan pengurus pusat DPP Partai Golkar. Yakni meminta kepada seluruh DPD I Partai Golkar seluruh Indonesia termasuk DPD PG Jawa Timur untuk mendesak kepada DPP Partai Golkar segera melaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). 

 

“Munaslub adalah jalan keluar satu-satunya untuk menyelamatkan partai Golkar, karena kita harus segera berbenah menghadapi Pilkada serentak 2018, pemilu dan Pilpres 2019,” tegasnya

 

DPP Partai Golkar kata Yusuf Husni, iharapkan segera menggelar rapat pleno untuk membentuk panitia Munaslub Golkar. Dengan agenda penting memilih Ketua Umum yang baru, bersih dan bisa menyelamatkan Golkar dari keterpurukan. 

 

“Munaslub selambat-lambatnya akhir Desember 2017, sebelum proses pendaftaran pilkada serentak mulai dibuka Januari 2018,” terangnya.

 

Dilanjutkan oleh politisi yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur ini, alasan paling penting yang mendasari pernyataan sikap seluruh kader Kosgoro 1957 Jatim ini adalah perlunya langkah kongkrit dan strategis penyelamatan partai. Khususnya menghadapi pilkada serentak, baik itu Pilgub Jatim, ataupun 18 pilkada kabupaten/kota di Jawa Timur. 

 

“Bayangkan kalau nanti rekom Pilkada untuk didaftarkan ke KPU tidak ada tanda tangan Ketua Umum, bisa jadi masalah, maka sebaiknya DPP segera mendengarkan aspirasi kami,” jelasnya dengan serius.(ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group