SURABAYA BELUM KLB WABAH VIRUS TIKUS


Sby,MercuryFM - Pemkot Surabaya belum menyatakan suatu kejadian luar biasa (KLB) atas meninggalnya salah seorang warga Babatan Wiyung, yang diduga terjangkit penyakit leptospirosis. Suatu penyakit yang penyebarannya melalui tikus. Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Selasa (21/11) usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD menyatakan, hingga saat ini Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan. “Kita lihat situasinya, tapi belum KLB,” terangnya Whisnu mengatakan, Dinas Kesehatan masih meneliti kondisi sekitar lingkungan yang ada, seperti apa penyebarannya, termasuk penyembuhannya. “Semuanya kita check,” paparnya Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini menghimbau, agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya. Pasalnya, memasuki musim hujan, banyak penyakit yang muncul. “Kita akan galakkan kerja bhakti dan kebersihan sanitasi sekitar,” kata Pria yang akrab disapa WS itu. Menanggapi munculnya virus tikus , Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Agustin Poliana meminta Dinas kesehatan untuk segera melakukan penanganan. Ia mengaku heran dengan kejadian tersebut, dan berharap tak terjadi di tempat lainnya. “Kota Surabaya yang nota bene Kota metropitan masih ada kasus ini,” katanya.

Agustin menegaskan, pihaknya mendukung apapun yang dilakukan Dinas Kesehatan. Kalangan dewan akan memanggil dinas terkait guna mengetahui kasus tersebut dan penanggulannya. “Kita komunikasi dengan dina sterkait agar cepat tertangani,” tegasnya Sebelumnya, Sukatono (49), warga Jalan Dukuh Karangan, meninggal di Rumah Sakit Wiyung Sejahtera, Sabtu (18/11) malam. Ia diduga meninggal karena virus yang disebarkan tikus. Tidak hanya Sukatono, Suparmi, istri Sukatono, juga diduga mengalami penyakit yang sama. Saat ini dia sedang dirawat di RS Wiyung Sejahtera Surabaya.(Alam)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group