MESKI GENCAR SOSIALISASIKAN GNNT, TAPI BI MENGHIMBAU TETAP JAGA TRANSAKSI TUNAI


Sby, MercuryFM - Meskipun Bank Indonesia gencar dan terus melakukan sosialisasi terkait meningkatkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), namun Bank Indonesia menyebutkan masih penting menjaga transaksi tunai untuk kedaulatan negara.

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Pungky P Wibowo, mengatakan besaran transaksi tunai juga tetap perlu dijaga di dalam negeri. "Saat ini besar transaksi non tunai dalam negeri masih sebesar 1,8 persen dari GDP, angka tersebut masih jauh dibandingkan negara-negara tetangga lain," kata Pungky P Wibowo, Rabu (22/11/2017).

Pungky menjelaskan, BI akan terus mendorong peningkatan transaksi non tunai di Indonesia melalui empat strategi. Strategi tersebut ialah interoperabilitas dan interkoneksi melalui kartu kombo dan pemberdayaan keagenan, pembayaran elektronik di ruas jalan tol, pembayaran elektronik terintegrasi antar moda dan penyediaan layanan keuangan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Ditambahkan Pungky saat ini Bank Indonesia mengejar target penggunaan transaksi non tunai sebesar 2,1 persen dari GDP.

Ditanya soal berapa angka ideal perbandingan transaksi tunai dan non tunai, Pungky mengaku tidak ada angka pasti yang bisa menjadi patokan.

"Berapa besarannya, tidak bisa disebutkan, silahka market yang menentukan karena infrastrukturnya harus siap, fasilitas dan SDM," pungkasnya.(Dani)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group