Jatim Dirikan KPD di 26 Provinsi: Perkuat Logistik dan Konektivitas Antar-Daerah

November 23, 2017

Sby, MercuryFM - Pemprov Jatim mendirikan Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di 26 provinsi, guna memperkuat logistik dan konektivitas antar-daerah. Termasuk untuk meringankan biaya perdagangan. KPD Jatim juga berperan memotong jalur distribusi yang terlalu panjang, sehingga masyarakat bisa mendapatkan barang dengan harga lebih murah.

 

“Konektivitas antar-daerah akan meringankan biaya perdagangan. KPD Jatim berperan penting dalam memotong jalur distribusi yang terlalu panjang dari industri di tanah air,” kata Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo saat menjadi keynote speaker workshop Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Kamis (23/11/2017).

 

Menurut Pakde Karwo, melalui KPD tersebut, berbagai kegiatan bisa dilakukan. Di antaranya, promosi produk unggulan Jatim, temu bisnis dan transaksi dagang. Termasuk mensupport value chain komoditi dalam negeri, menjadi business aggregator, serta sekaligus market intelligent dan pameran terpadu terhadap komoditi unggulan. Di antaranya, fashion, kerajinan, kulit dan produk kulit, perhiasan, alas kaki, kosmetik, logam, kayu, dan aksesoris di beberapa wilayah.

 

"Kinerja perdagangan antara-daerah Jatim tiap tahun mengalami peningkatan, khususnya ekspor antar-daerah. Kenaikannya dari tahun ke tahun cukup tajam sekitar 19 persen hingga 21 persen. Ini kenaikan yang luar biasa,” kata Soekarwo.

 

Berdasarkan data BPS Jatim, tahun 2016 kinerja perdagangan Jatim surplus Rp 100,56 triliun. Untuk kinerja ekspor antar-daerah dan luar negeri pada tahun 2016 mencapai Rp 808,69 triliun dan impor luar negeri dan antar-daerah mencapai Rp 733,42 triliun. Nilai tersebut juga ditunjang dengan posisi Jatim yang diuntungkan dari segi geografi ekonomi, sehingga logistik dan connectivity menjadi lebih murah.

 

Melalui workshop APPSI yang dihadiri 11 gubernur dan perwakilan dari 34 provinsi, Pakde Karwo berharap, perdagangan antar-daerah bisa lebih dioptimalisasi dan diperluas. “Ini pertemuan yang paling produktif. Kepala daerah bisa lebih mengerti dan care, sehingga perdagangan bisa lebih optimal,” pungkasnya.

 

Sementara Sekjen Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih mengatakan, perdagangan antar-daerah dari 34 provinsi ini sangat berpengaruh pada PDB Indonesia. Maka untuk meningkatkan perdagangan, Presiden Joko Widodo telah memberikan tiga mandat pada Kementerian Perdagangan.

“Menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok, mengutamakan penyerapan produksi dalam negeri, meningkatkan ekspor serta menjaga neraca perdagangan. Juga membangun dan merevitalisasi pasar rakyat,” katanya.(Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group