Olahraga Bukan Hanya Prestasi, Tapi Juga Modal Sosial

November 23, 2017

Sby, MercuryFM - Persoalan olahraga dijatim menjadi salah satu priorotas dalam pembangunan jatim kedepan. Hal ini yang akan di lakukan bakal calon gubernur jatim La Nyala Mataliti dalam realease yang dikirim ke media, Kamis (23/11/17).

 

Menurut La Nyala, berbicara olahraga harus dalam dua koridor. Yang pertama koridor olahraga prestasi. Yang kedua, koridor olahraga sebagai modal sosial. Kedua koridor ini penting.

 

Olahraga sebagai Prestasi kata La Nyala, kedepan Jatim juga harus berani menentukan skala prioritas terhadap cabang olahraga yang ada. Dari situ akan jelas Cabang olahraga prestasi apa yang harus digelontor pembiayaan lebih nantinya.

 

Dari data KONI Jatim, kata La Nyala, ada lima cabang olahraga yang menjadi lumbung emas. Baik di tingkat nasional maupun internasional. Yakni, panahan, menembak, balap sepeda dan renang. 

 

Serta yang potensial menyusul, gulat, wushu dan karate.  Tentu diikuti cabang-cabang olahraga lainnya yang menjadi penambang perak dan perunggu. 

 

"ini juga harus diimbangi dengan standarisasi infrastruktur. Mulai dari tempat latihan untuk kesinambungan pembinaan dan kaderisasi. Venue pertandingan standar internasional. Dan cabang olahraga yang potensial harus mendapat perhatian lebih. Sehingga tidak muncul lagi problem pembajakan atlit oleh provinsi tetangga" jelasnya.

 

Sedangkan olahraga sebagai modal sosial pria yang juga pendiri La Nyala Academia ini  mengatakan harus dilakukan dengan kembali mengedukasi masyarakat di semua lapisan untuk berolahraga. Dan ini harus diikuti dengan ketersediaan ruang publik bagi masyarakat untuk berolahraga dan hidup sehat.

 

"Setiap kota dan kabupaten harus dan mutlak menyediakan ruang terbuka hijau sebagai sarana olahraga masyarakat. Harus ada ruang bebas polusi. Atau minimal jauh dari polusi. Dan ruang-ruang itu tidak harus terkosentrasi di suatu tempat. Tetapi harus tersebar. Di setiap sudut kawasan. Di setiap kawasan hunian. Di setiap kelurahan," ujarnya.

 

Kita selanjutnya juga harus mendukung lahirnya komunitas-komunitas olahraga. Lahirnya tempat dan fasilitas fitness. Termasuk sekolah-sekolah sepakbola atau dojo untuk anak-anak usia sekolah dasar. Karena semua itu adalah perangkat pendukung.

 

"Pemerintah wajib memberikan apresiasi, bukan saja kepada atlit dalam olahraga prestasi, tetapi juga kepada pegiat dan masyarakat yang memberi andil lahirnya generasi sehat. Mereka memberi kontribusi kepada lahirnya generasi muda sehat, yang juga memiliki potensi untuk mengukir prestasi," katanya. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group