SOSIALISASI UU PEMAJUAN KEBUDAYAAN, DKJT GELAR LUDRUK


Sby,MercuryFM - Karya budaya sekarang sudah mendapatkan jaminan dari pemerintah, melalui UU Nomor 15 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Ketua Dewan Kesenian Jatim (DJKT) Taufiq Monyong mengatakan, perlindungan hasil kebudayaan tidak sekedar hasil seni, melainkan juga hasil tekhnologi kebudayaan."Kebudayaan nasional sekarang ini semakin lama semakin terkikis, di Jawa Timur saja ada 9 sub kultur masyarakat, ada Osing, Pandalungan, Matraman, Madura dan beberapa kebudayaan lainnya, yang dulu tidak terlindungi dari konflik klaim negara lain" ujarnya. Ironisnya lagi kata Taufiq, masyarakat dari kelompok tertentu justru menjadi biang penghancuran karya budaya."Sekarang tidak bisa lagi membubarkan kegiatan kesenian lokal, seperti selamatan dipinggir kali, selamatan dikuburan, atau menghancurkan patung sebagai karya seni" tegasnya. Kata Taufiq pelaksanaan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan sekarang tinggal menunggu Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden sebagai Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknisnya. Sosialisasi UU Pemajuan Kebudayaan akan dilakukan melalui pagelaran Ludruk Arboyo dengan lakon Sarip Tambak Oso Undang-Undang Melindungimu. Pertunjukkan Ludruk bisa disaksikan oleh masyarakat secara gratis di Gedung Cak Durasim Jl.Genteng Kali 85, pada Selasa 5/11 mulai jam 19.00 WIB. Cak Lupus salah satu tokoh dalam pentas Ludruk itu mengatakan, memilih lakon Sarip Tambak Oso, karena tokoh ini merupakan super hero asli Surabaya, yang tidak kalah dengan Super Hero produk luar negeri. Diharapkan dari pementesan Ludruk ini masyarakat turut mengawal pelaksanaan UU nomor 15 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. (Alam)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group