BAHAN BAKU IMPOR JADI TANTANG UNTUK INDUSTRI DI LAJU PEREKONOMIAN TAHUN 2018


Sby, MercuryFM - Masih tinggi dan tergantungnya industri terhadap bahan baku impor disebut sebagai tantangan global yang dihadapi Jawa Timur. Dimana tantangan ini diproyeksikan untuk laju perekonomian tahun 2018.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Djohansyah mengatakan secara umum, banyak tantangan jangka pendek dan struktural yang akan mempengaruhi perekonomian. "Di tingkat nasional, dalam jangka pendek tantangan bersumber dari sisi global dan domestik," kata Difi di Surabaya, Sabtu (16/12/2017)

Difi menjelaskan beberapa tantangan dari sisi global antara lain, pengetatan kebijakan moneter negara maju, pertumbuhan ekonomi global yang tidak setinggi perkiraan, serta risiko memanasnya geopolitik, khususnya di Semenanjung Korea.

Sedangkan dari sisi domestik, konsumsi rumah tangga yang masih terbatas, perbaikan ekspor yang belum merata, hingga fungsi intermediasi perbankan yang belum sepenuhnya pulih, menjadi tantangan yang harus dihadapi.

"Di Jawa Timur, 60 persen industri kita masih bergantung pada bahan baku impor, sehingga ketergantungan itulah yang menjadi tantangan kita," terang Difi.

Selain itu, belum kuatnya permintaan ekspor negara mitra dagang utama, serta perlunya diversifikasi, dan ditingkatkannya daya saing produk ekspor, juga perlu diperhatikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jatim.(Dani)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group