PKH Kemensos Berhasil Tingkatkan Kelangsungan Pedidikan Hingga 95 Persen.

December 19, 2017

Sby, MercuryFM - PKH (Program Keluarga Harapan) yang digagas Kementerian Sosial (Kemensos) RI selama ini ternyata memberi dampak positif di masyarakat.

PKH berhasil menjadikan angka anak putus sekolah tidak di bawah 85 persen secara nasional. Hal ini berkat berjalannya PKH dan perjuangan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di daerah-daerah. 

“Dari pencatatan tiga tahun terakhir, jarang ditemukan di daerah anak-anak yang tidak sekolah di bawah 85 persen. Jadi tingkat kehadirannya sudah terdorong lebih baik.  Karena peserta PKH ini anak-anaknya wajib sekolah  minimal 85 persen,” ujar Dirjen Perlindungan Kementerian Sosial, Harry Hikmat, di sela menggelar PKH Appreciation Day, di Surabaya, Selasa (19/12/17).

Menurut Harry, PKH ini terbukti efektif memastikan perbaikan akses dari anak sekolah. Peningkatannya signifikan antara sebelum dan sesudah mengikuti PKH. Partisipasi anak bersekolah dari anak keluarga miskin dan beresiko bisa putus sekolah dijaga kelangsungan pendidikannya sampai dengan 95 persen.

Keberhasilan PKH juga dapat dilihat di tingkat aksesibilitas kesehatan.Dimana ibu hamil memeriksakan kesehatannya di atas 90 persen. Bahkan masyarakat yang mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) persentasenya sampai 87 persen.

"Artinya PKH juga bisa mensosilaisasikan program-program lainnya seperti program Indonesia sehat, dan Indonesia pintar. Itu bagian dari pendampingan yang dilakukan oleh para pendamping,” ujarnya.

Dengan keberhasilan ini, kata Harry, Kementerian Sosial selayaknya memberikan apresiasi atau penghargaan kepada para pekerja kemanusiaan. Mulai pendamping, operator, kordinator kab/kota, koordinator wilayah, dan koordinator regional.

“Semua ini adalah orang-orang yang ada di garis terdepan yang bekerja bahu membahu untuk mencapai target PKH yang telah ditetapkan. Dan kami melihat bagaimana para pendamping itu dengan dedikasi yang tinggi, militansi, dan semangat yang luar biasa,” puji Harry..

Sekedar diketahui, total pendamping pada tahun 2018 sudah mencapai 43 ribu se-Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. Semantara sistem recrutmentnya, dan pembinaannya dari pusat. “Tapi saat ini pembinaan sudah kita serahkan kepada pemerintah kab/kota.  Kalau yang tugasnya di provinsi ya kita serahkan ke provinsi melalui Dinas Sosial,” tambahnya. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group