SARANA OLAH RAGA DI SURABAYA HANYA UNTUK ATLET SURABAYA

December 19, 2017

Sby, MercuryFM - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya punya komitmen melakukan pembinaan bibit-bibit muda untuk memajukan olahraga di Kota Pahlawan. Salah satu wujud komitmen itu adalah dengan membangun beberapa sarana olahraga berstandar internasional. Surabaya sudah mempunyai beberapa lapangan berstandar internasional, diantaranya lapangan hockey, softball, dan atletik.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, M Afghany Wardhana mengatakan, lapangan-lapangan berstandar internasional yang ada di Surabaya dibangun dengan tujuan untuk melakukan pembibitan dan pembinaan atlet-atlet muda di Surabaya. 

“Selaras dengan tujuan itu, kami prioritaskan pengguna lapangan adalah para atlet, klub, komunitas dan anak-anak di Surabaya. Contohnya lapangan hockey, itu dibangun agar anak-anak dan atlet-atlet hockey di Surabaya bisa latihan dan tentu kelak diharapkan bisa berprestasi,” ujar Afghany Wardhana

Menurut Afghany, beberapa waktu lalu, ada permintaan dari pihak luar Surabaya yang ingin berlatih di lapangan yang berada di kawasan Dharmawangsa tersebut. Namun, dia menyampaikan bahwa yang diprioritaskan adalah anak-anak, klub dan atlet dari Surabaya. “Surabaya ini prioritas untuk pembinaan atlet-atlet di Surabaya, sehingga kami mendahulukan atlet-atlet di Surabaya,” sambungnya. 

Apalagi, sambung Afghany, selama ini, animo anak-anak Surabaya maupun klub dan komunitas untuk menggunakan lapangan hockey maupun softball, sangat tinggi. Dia menyebut ada jadwal latihan/penggunaan lapangan yang sudah tersusun rapi. “Semua sudah terjadwal di masing-masing lapangan,” sambung Afghany.    

Terkait mekanisme penggunaan lapangan, Afghany menjelaskan bahwa penggunaan/perizinan sarana olahraga yang dikelola pemkot, sebetulnya mudah. Para pemohon hanya perlu mengirimkan surat ke Dispora atau bisa dilayani di siola lantai dasar. “Kami juga ikut melayani yang ada di siola, nanti kami akan menverifikasi. Kalau syarat-syarat terpenuhi, secepatnya izin pasti akan diterbitkan. Jadi cukup sederhana,” jelasnya. 

Dia juga menyarankan agar izin penggunaan lapangan bukan atas individu per individu. Tetapi agar bergabung dengan klub dan komunitas. “Bila ada orang per orang yang ingin berlatih, silahkan bergabung dengan klub atau komunitas. Ini supaya memudahkan dalam rangka pembinaan,” sambung pejabat yang pernah menjabat sekretaris dewan ini.

Sementara itu Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser menambahkan, lapangan olahraga di Surabaya, pembangunan dan juga perawatannya menggunakan anggaran  APBD Kota Surabaya. “Jadi ya diprioritaskan untuk anak-anak Surabaya,” tegasnya.

Apalagi, sambung Fikser, pemanfaatan lapangan-lapangan olahraga berstandar internasional yang ada di Surabaya, selama ini sudah terjadwal. “Itu dipakai untuk anak-anak latihan dan jadwalnya sudah penuh. Anak-anak ini terdiri dari anak-anak sekolah dan klub-klub,” sambung Fikser.

Sebelumnya Tim Puslatda Hockey Jatim sempat diusir oleh petugas Dispora Kota Surabaya saat berlatih dilapangan itu pada tgl 22 November lalu dengab alasan lapangan sedang dalam perbaikan. Manajer Puslatda Hockey Didiek Harjianto, mengaku aneh kalau lapangan itu dalam tahap perbaikan. Karena lapangan ini relatif masih baru dan tidak ada kerusakan. "Alasanya maintenance tapi ini kan lapangan baru. Kami disini untuk keperluan negara. Ini program Jawa Timur. Jangan di-stop di tengah jalan seperti ini," tuturnya.(Alam)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive