• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Awasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 Dan Pemilu 2019, Bawaslu Jatim Libatkan Santri-Santriwati Di Jatim

December 28, 2017

 

Sby,MercuryFM - Pilkada serentak di Jatim 2018 termasuk pilgub Jatim dan pemilu 2019 mendatang, akan melibatkan santri santriwati untuk ikut dalam melakukan pengawasan. Sebanyak 2.000 Santri dan Santriwati di 38 kabupaten/kota dilibatkan oleh Bawaslu Jatim untuk ikut melakukan pengawasan.

 

Keterlibatan santri di 38 kabupaten/kota di Jatim ini, ditandai dengan pembacaan ikrar perwakilan santri dan santriwati dari 5.500 pondok di Jatim. Dan dilakukan penyematan pin dan pemakai spanduk di kepala yang bertuliskan "Santri Mengawasi". Yang digelar oleh Bawaslu Jatim di Acara di Masjid Nasional Al - Akbar pada, Kamis (28/12) malam.

 

"Ini merupakan partisipatif yang pertama dilakukan oleh Bawaslu dengan melibatkan para santri untuk mengawasi pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019 di Jatim," ujar Ketua Bawaslu Jatim, Mohammad Amin ditemui usai penandatanganan deklarasi dengan santri se Jatim.

 

 

Menurut Amin, keterlibatan para santri untuk pengawasan pilkada serentak 2018 di Jatim ini, dikarenakan Jatim banyak pondok pesantren di setiap kabupaten/kota. Sehingga sangat pas bila mereka dilibatkan. 

 

"Dengan keterlibatan Santri ini diharapkan pelaksanaan pilkada serentak 2018 serta pemilu 2019 mendatang di Jatim, berjalan dengan sukses, lancar dan damai,"ujarnya.

 

Amin juga menambahkan, untuk target pertama teknis pengawasan, Bawaslu akan memberikan bimbingan teknis kepada para santri yang akan dilakukan oleh pihak panwaslu dikabupaten/kota. Mulai pemahaman tentang pelanggaran pemilu dan apa yang dilakukan apabila menemukan pelanggaran tersebut. 

 

"Kami ingin Pilkada serentak 2018 dapat berjalan damai, dan tidak banyak terjadi pelanggaran. Kami harapkan para santri dapat berperan besar untuk mewujudkan itu," ujarnya

 

Sementara itu perwakilan santri dari Kabupaten Blitar, Mohammad Deka Nasrulloh mengatakan langkah dari Bawaslu dengan melibatkan para santri ini dalam pengawasan pilkada serentak 2018 mendatang merupakan langkah yang tepat. Karena santri ini merupakan kaum yang bersih menjaga utuhnya NKRI. 

 

"Dengan merangkul para santri ini insyaallah pelaksanaan pilkada di Jatim 2018 dan pemilu 2019 akan berjalan Damai, aman dan bersih," ujar santri dari pondok Al kamal Blitar.

 

Dalam ikrar yang diikuti para santri untuk ikut melakukan pengawasan di pilkada serentak 2018 dan pilleg 2019, para santri membacakan ikrar yakni, pertama siap berpartisipasi melakukan pengawasan tahapan Pemilu 2018 dan pemilu 2019. Kedua  menolak money politik pada pemilu 2018 dan pemilu 2019. Ketiga menolak kampanye hitam pada pemilu 2018 dan pemilu 2019.(ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive