• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Pemilu 2019 DPR Harus Banyak Diisi Para Ahli (Profesionalisme) di Bidangnya

January 1, 2018

 

Sby,MercuryFM - Tahun 2018 ini diharapkan bisa di jadikan tahun renungan bagi para ahli (profesionalisme) dibidangnya untuk ikut terlibat dalam pembuatan kebijakan di parlemen.

 

Keberadaan para profesionalisme di bidangnya dalam wajah parlemen hasil pemilu 2019 mendatang akan sangat membantu dalam mengawal pemerintah untuk mewujudkan apa yang diamanatkan oleh Undang Undang Dasar 1945 untuk kesejahteraan masyarakat Warga Negara Indonesia (WNI).

 

"Keberadaan profesionalisme dibidangnya bila masuk dalam parlemen akan bisa membawa hasil positif kinerja Parlemen agar lebih baik lagi keberadaanya didepan dalam mengawal kebijakan pemerintah," ujar Anang Hermansyah anggota Fraksi PAN DPRRI dalam release WA yang dikirim ke media, Senin (01/01/2018).

 

Kata Anang, wajah parlemen sepanjang 2017 masih dinilai tidak berbuat banyak oleh publik.  Persoalan legislasi kerap menjadi indikator soal kerja parlemen.  Untuk memenuhi ekspektasi publik,  DPR harus banyak diisi oleh para ahli di bidangnya.  

 

"Ini untuk mempercepat akselerasi kerja politik parlemen. Melihat kinerja parlemen sepanjang 2017, masih ada ketidakpuasan oleh publik.  Itu harus menjadi catatan penting seluruh stakeholder. Sehingga kedepan parlemen harus lebih banyak diisi oleh anggota DPR yang ahli di bidangnya,"  tegasnya.

 

Dijelaskan Anang,  anggota DPR dari wakil kalangan profesional dikenal dalam khazanah parlemen era modern. Kelompok ini mencerminkan keterwakilan fungsional seperti mewakili kelompok profesi,  pekerja dan lain-lain.  

 

"Kelompok ini disebut sebagai representasi fungsional (functional representation).  Meski dalam sistem politik kita,  hanya mengenal representasi politik (political representation) yakni melalui jalur partai politik namun dalam praktiknya partai politik merekrut banyak caleg dari kalangan profesional," urai Anang.  

 

Anang pun berkaca pada dirinya yang berlatar belakang sebagai musisi yang ditempatkan oleh partainya di Komisi X DPR RI yang di antaranya menbidangi persoalan seni dan budaya.

 

"Penekanan perjuangan yang saya lakukan persoalan pembajakan di industri musik termasuk memperjuangkan regulasi soal permusikan," kata anggota DPRRI yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jember - Lumajang Jatim ini.

 

Situasi tersebut,  imbuh Anang,  akan memudahkan kerja di parlemen karena seorang profesional yang menjadi anggota DPR akan mempercepat akselerasi di bidang yang digeluti baik dari sisi fungsi DPR dalam melaksanakan legislasi, menyusun anggaran serta pengawasan.  

 

"Makanya di DPR dibutuhkan dokter,  agamawan,  mantan birokrat,  ahli pertanian,  aktivis buruh,  budayawan termasuk musisi dan profesi lainnya,"  ungkapnya

 

Di bagian akhir,  Anang menyebutkan dengan sistem parlemen saat ini dengan dukungan sistem pendukung yang baik seperti Badan Keahlian Dewan (BKD) dapat mempercepat akselerasi kerja konstitusional DPR.  

 

"Apalagi diisi oleh anggota DPR yang expert di bidangnya,  saya yakin akan lahir produk DPR yang brilian dan bermanfaat bagi rakyat," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive