INFLASI DESEMBER 2017 DI JATIM TINGGI


Sby, Mercury - Inflasi di Jatim di bulan Desember 2017 mencapai 0.71%. Kepala Badan Pusat Statististik Jatim Teguh Pramono mengatakan, jumlah ini cukup tinggi meski inflasi di bulan Desember selalu lebih tinggi dibandingkan Bulan November. Inflasi terjadi diseluruh 9 daerah pemantauan inflasi di Jatim. Sedangkan Surabaya menduduki tempat teratas daerah yang paling tinggi mengalami inflasi. Disusul Jember, dan Probolinggo. "Inflasi di Surabaya mencapai 0.85%, kemudian, Jember 0.66%, lalu Probolinggo 0.65%," kata Teguh. Sementara itu inflasi terendah terjadi di Kediri dan Sumenep sebesar 0.43%. 7 komponen yang biasa menjadi penyumbang inflasi, semuanya mengalami inflasi. Tapi inflasi paling besar disumvang oleh kelompok komoditas bahan makanan yang mencapai 2.69%."Setelah itu inflasi disumbang dari kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, yang banyak dikonsumsi masyarakat saat akhir tahun" tambah Teguh Pramono. Inflasi di Jatim sebesar 4.04% kalau dihitung Year on Year di 2017 lebih tinggi dari angka nasional sebesar 3.61%. Kondisi ini bukan berarti kerja Tim Pengendali Inflasi (TPID) Jatim tidak berhasil. Menurut Teguh Pramono angka nasional disusun dari 33 propinsi dan seluruh kabupaten dan kota. "Semua daerah secara nasional mengalami inflasi tidak ada yang deflasi" tegasnya.(Alam)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group