• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Program PKH dan dan Rasta Khofifah Efektif Turunkan Penduduk Miskin

January 3, 2018

Sby, MercuryFM - Program yang digagas kementrian sosial dibawah komando Mentri Sosial Khofifah Indar Parawansa berhasil turunkan angka kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran antar penduduk (gini ratio).

 

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), dua program yang di gulirkan pemerintah melalui kementrian sosial, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Beras Sejahtera (Rastra), efektif dan berdampak signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan dan gini rasio. 

 

Menurut Khofifah Indar Parawansa Mentri Sosial dalam realease yang dikirim ke media, Rabu, (03/01/18), data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga September 2017 jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 %). Artinya jumlah tersebut berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 27,77 juta orang (10,64 %).

 

Kata Khofifah, Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 7,72 persen turun menjadi 7,26 persen pada September 2017. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 13,93 persen turun menjadi 13,47 persen pada September 2017.

 

Sedangkan untuk tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio. Pada bulan September 2017 berada di posisi 0,391. Angka ini menurun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,393. 

 

"Jika hitungannya year to year (September 2016-red) sebesar 0,394, maka terjadi penurunan sebesar 0,003 poin. ," ungkap Mensos.

 

Dilanjutkan Wanita yang juga ketua umun Muslimat NU ini, data BPS itu menjadi bukti efektifitas program yang sempat diragukan banyak pihak dalam mengatasi persoalan kemiskinan di Indonesia. Terlebih program PKH sendiri merupakan model kebijakan penanggulangan kemiskinan yang menggunakan perspektif pemberdayaan perempuan. 

 

"Nantinya data BPS ini menjadi acuan dan referensi bagi seluruh Kementerian/Lembaga dan juga Pemerintah Daerah dalam melakukan intervensi penanganan kemiskinan," ujarnya.

 

Dengan capaian tersebut, lanjut Khofifah, pihaknya semakin optimistis dengan target penurunan angka kemiskinan menjadi single digit. Sehingga target penurunan kemiskinan yang di  target Presiden Jokowi dalam RAPBN 2018 sebesar 9,5-10 persen atau turun dari 2017 yang dipatok 10,5 persen, bida diwujudkan.

 

"Di tahun 2017 kami (Kementerian Sosial-red) melakukan revolusi bantuan sosial dengan merubah sistem tunai menjadi non tunai melalui kerjasama dengan Himpunan bank negara. Nah di 2018 ini, kami yakin perluasan penerima bansos non tunai dari 6 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat dapat semakin menekan angka kemiskinan dan gini ratio," tuturnya. 

 

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengakui memang program bantuan dari pemerintah, berupa beras untuk rakyat sejahtera (rastra) dan Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki dampak positif terhadap penurunnan jumlah penduduk miskin.

 

“PKH berkontribusi besar dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Makanya, kami juga sangat mendukung jika penerima PKH ini ditingkatkan kembali di tahun depan,” ujarnya. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive