SBY Fokuskan lima Point Dalam Pidato Politiknya Di Bogor

January 5, 2018

 

Bogor, MercuryFM - Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampaikan 5 hal dalam pidato politiknya awal tahun 2018. Yang disampaikan didepan kader Partai Demokrat dan Masyarakat Kabupaten Bogor, yang berlangsng di Sekertariat DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, desa Pakansari Cibinong, Jum'at (05/01/2018).

 

Pertama dalam pidatonya yang berlangsung kurang lebih 20 menit, SBY mengatakan dalam memasuki tahun politik dipilkada serentak tahun 2018 dan pemilu tahun 2019, perlu semuanya dapat menjunjung tinggi moral dan etika politik. Tidak menghalalkan segalah cara dalam memasuki kompetisi. Serta tidak menghancurkan pesaing dengan kekuatan uang besar besaran. 

 

"Ingat jadikan pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019 menjadi Kompetisi antar saudara. Persaingan dalam persatuan. Hormati dan terima hasil setelah pengumuman. Terima kekalahan dengan lapang dada dan tidak perlu melakukan tindakan tindakan yang bisa memecah bela pesatuan dan kesatuan yang ada," ujar SBY diatas podium. 

 

Yang kedua, SBY menyampaikan KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara mulai di pusat sampai penyelenggara dibawa untuk bisa menjaga integritas dan kwalitas pelaksanan pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019.

 

"Tantangan dan kompleksitas yang tinggi akan terjadi di pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019. Ingat pilkada serentak 2018 pilkada terbesar dan pemilu 2019 pemilu pertama yang dilaksanakan berbarengan atara legislatif dan presiden," ujarnya.

 

Apalagi dengan era digital saat ini lanjut SBY, maka perlu juga diantisipasi munculnya upaya dalam memanipulasi hasil pemilu. Melalui pembobolan system yang dimiliki oleh KPU yang bisa merubah hasil.

 

"Untuk itu antisipasi perlu dilakukan oleh KPU,  sehingga tidak ada permasalahan terkait system yang dimiliki yang nantinya akan merubah hasil yang ada, yang ini jangan sampai terjadi," ungkapnya.

 

 Dilanjutkan SBY, selain dua hal itu, partai Demokrat mengingatkan agar netralitas negara harus benar benar dijaga.  

 

"Badan Intelijen Nasional (BIN), TNI dan Pori, ditambah BUMN dan BUMD di daerah, harus bisa menjaga diri dan tidak melakukan pemihakan demi kepentingan individu atau kelompok untuk sebuah kemenanngan dipilkada serentak 2018 dan pemilu 2019," katanya.

 

SBY dan  partai Demokrat dalam pidato politiknya juga meminta peran pers dan media massa yang independen adil dan konstruktif sangat di perlukan dalam suksesnya pilkada 2018 dan pemilu 2019.

 

Serta tidak kalah pentingnya lanjut SBY, negara harus menjaga dan menghormati hak warga negara dalam menggunakan hak pilihnya. Jangn sampai ada upaya dalam membungkam dan memanipulasi hak warga negara.

 

"Saya yakin bila pers netral dan adil serta negara memberikan jaminan hak rakyat untuk menggunakan hal pilihnya dengan baik. Maka pelaksanaan pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019 akan bisa berjalan dengan baik dan tidak ada kecurangan yang tidak kita inginkan," jelasnya.

 

Dalam pidatonya SBY juga memberikan apresiasinya terhadap capaian kinerja pemerintah Jokowi saat ini. Yang ingin berbuat yang terbaik pada rakyatnya, memajukan dan mensejahterakan kehidupan bangsanya. Serta partai Demokrat melihat berbagai hasil dan prestasi telah diraih oleh pemerinyah Jokowi sampai saat ini.

 

"Ini menunjukkan keseriusan Presiden Jokowi dalam memberikan yang terbaik bagi rakyat bangsa dan negara. Ini harus tetap.dijaga dan dipertahankan. Sehingga saya yakin dua tahun lagi banyak hasil positif yang akan dicapai" pungkasnya.(ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group