PT Sadina Ancam Laporkan TPPI Tuban Ke Polisi

January 8, 2018

Sby, MercuryFM - Terkait wanprestasi yang dilakukan oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), yang merupakan anak perusahaan PT PERTAMINA (persero), membuat PT Sadina ancam akan melaporkan yang bersangkutan ke kepolisian.

 

Kuasa hukum PT Sadina, Didik Kuswindaryanto SH, mengatakan PT TPPI sudah sepakat memberikan pengerjaan pengerukan tanah di area pelabuhan milik PT TPPI tetapi hingga izin pengerukan Dirjen Perhubungan Laut diperoleh PT Sadina pengerjaan pengerukan justru diberikan ke pihak lain.


Menurut Didik, PT Sadina memulai perjanjian kerjasama dengan PT TPPI sejak 26 Agustus 2015 lalu melalui surat resmi PT TPPI yakni TPPI-TBN/PRC-C-1508/221 yang menunjuk PT Sadina melakukan pengerukan plus mengurus izin pengerukan langsung ke Dirjen Perhubungan Laut (Hubla).

"Alasan manajemen TPPI waktu itu, mereka tidak punya dana dalam melakukan pengerukan dan memberikan surat kuasa kepada PT Sadina untuk mengurus izin sendiri. Akhirnya proses pengurusan Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) tuntas dan PT Sadina berhasil mendapatkan SIKK atas nama PT TPPI dengan kompensasi biaya yang ditimbulkan karena pengurusan izin itu akan diganti dengan pekerjaan pengerukan laut dengan pasir sekitar 30 juta meter kubik," jelas Didik saat bertemu wartawan di Surabaya, Senin (8/1/2018).

Meskipun mengantongi SIKK namun PT Sadina belum bisa melakukan pengerukan di area pelabuhan TPPI Tuban sebab tempat penampungan material kerukan yang semula akan ditampung di kawasan Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Gresik tidak memiliki izin reklamasi. Dan pada akhir Desember 2017 lalu, pihak TPPI menyanggupi akan mencarikan tempat penampungan material yang baru. Namun kenyataannya diawal tahun ini manajemen PT Sadina mendapatkan laporan bahwa pengerukan sudah dilakukan oleh perusahaan lain dan hasil pengerukan di tampung disekitaran kawasan pelabuhan TPPI Tuban.

"Kami ingin PT TPPI menjalankan kerjasama yang disapakati bersama. Jika sampai 11 Januari nanti tidak ada itikad baik dari PT TPPI untuk menyelesaikannya, maka kami akan melaporkan kasus wanprestasi ini ke pihak kepolisian," tegas Didik.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Robbi Iwan Setiawan, Ketua LSM Serikat Kerakyatan Indonesia (Sakti) yang memantau proses pengerukan yang terjadi dikawasan PT TPPI Tuban. Robbi menemukan banyak kejanggalan dalam proses perijinan yang sedang terjadi. 

"Kami mencium adanya campur tangan oknum TPPI sendiri dalam masalah ini. Ini semakin memperkuat kecurigaan kami, karena sebelumnya banyak masalah yang terjadi di dalam TPPI sendiri. TPPI yang sebagian besar saat ini milik Pertamina seharusnya bersih dari berbagai kepentingan, karena ini menyangkut perusahaan negara," kritik Robbi.

Sementara itu Humas PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Rifky Rakhman Yusuf, saat dihubungi berjanji akan segera memberikan keterangan lebih lanjut sampai pihaknya mendapatkan klarifikasi yang jelas dari manajemen PT TPPI sendiri.(Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive