Isu Anas Upaya Memecah Harmoni Relasi Santri-Abangan Di Jatim

January 9, 2018

 

Sby, MercuryFM - Mundurnya Azwar Anas sebagai bakal calon wakil gubernur, adalah pukulan bagi perpaduan relasi tradisional yang harmonis di Jatim. Apalagi, pasangan ini merupakan pasangan calon yang menurut beberapa lembaga survey masih memiliki elektabilitas yang mengungguli pasangan calon ultang ada.

 

Survey Lembaga surabaya Survey Center (SSC) akhir tahun kemarin masih menempatkan pasangan Gus Ipul - Anas unggul hampir 3% untuk elektabilitas diatas Khofifah - Emil Dardak.

 

Fajar Ramadlan, dosen Ilmu Politik Universitas Brawijaya mengatakan, pasangan ini sebenarnya merepresentasikan penduduk Jawa Timur yang terbagi menjadi golongan santri dan abangan menurut kategorisasi Indonesianis, Clifford Geertz. Dua aliran ini berjalan beriringan dalam masyarakat, harmonis, dan nyaris tanpa ada gesekan yang menyebabkan perpecahan.

 

"Perpaduan ini bahkan adalah perpaduan yang saling menguatkan, baik dalam urusan sosial, politik maupun ekonomi. Dalam konteks nasional, santri-abangan adalah cerminan komitmen kebangsaan," kata Fajar, Selasa (09/01/2018)

 

Sayang, kata Fajar, situasi harmonis tersebut tak sepenuhnya menyenangkan semua pihak. Banyak pihak yang berupaya untuk memecah harmonisasi tersebut. 

 

"Tak banyak pihak cukup gembira dengan koalisi PKB-PDIP dan Gus Ipul-Mas Anas. Apalagi, keduanya merepresentasikan kombinasi ideal aliran tradisional Jawa Timur tersebut," ujarnya

 

Adapun isu yang menyerang Anas, lanjut Fajar, merupakan isu lama. Isu yang sewaktu-waktu bisa dikeluarkan oleh pihak yang memperoleh keuntungan dari situasi seperti saat ini. Seandainya isu ini gagal, maka ada isu lain yang dapat menggoyang pasangan ini.

 

"Ibarat peluru, masih ada banyak isu lain yang disiapkan dan ditarik pelatuknya kapan pun," lanjutnya.

 

Dijelaskan oleh Fajar, politik sejatinya memang dinamis. Ada banyak kemungkinan yang semuanya itu butuh pengelolaan yang strategis. Lebih dari itu, ada narasi yang lebih besar daripada sekedar soal-soal politis.

 

"Relasi santri-abangan saat ini hendak dipecah, mudah-mudahan tak ada cara-cara kotor lain yang digunakan hanya untuk kepentingan yang sejatinya lebih sempit," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive