Angka Kecelakaan kerja Jatim Tinggi, Disnakertrans Kampanyekan dan Gelar Upacara K3


Sby,MercuryFM - Kecelakaan kerja masih menjadi masalah serius bagi Jatim. Angka kecelakaan kerja di jatim sampai dengan saat ini masih tinggi.

Data Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim menunjukkan angka yang cukup tinggi. Mencapai 21.631 kasus dalam setahun. Jumlah tersebut naik 200 kasus dibanding 2016.

Menurut Setiajit Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jatim, Kamis, (11/01/2018), data yang ada, pada tahun lalu setidaknya ada 14.552 kasus kecelakaan di tempat kerja dengan mengakibatkan cacat 768 kasus.

"Yang masih dalam proses pengobatan sebanyak 3 ribu pekerja dan meninggal 101 kasus, dengan jumlah yang telah sembuh 10 ribu orang," ujarnya.

Sementara itu untuk kecelakaan lalu lintas ketika berangkat kerja dan pulang kerja, lanjut Setiajit, totalnya ada 5.324 kasus. Dari jumlah tersebut, yang mengalami cacat 194 kasus dan menjalani pengobatan 2497 kasus. Sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 181 kasus dan dinyatakan sembuh 2.452 kasus.

“Kasus kecelakaan di jalan ini masuk dalam kecelakaan kerja, sebab bagaimanapun mereka tercatat berangkat kerja. Dan jumlahnya kalau melihat yang meninggal, terbanyak,” katanya.

Setiajit juga mengatakan pula, rata-rata pekerja yang mengalami kecelakaan adalah mereka yang minim bekal kemampuannya. Setidaknya itu yang tercatat dalam statistiknya. Kemudian perusahaan yang rawan terjadi kecelakaan yakni dibidang manufaktur.

"Sebenarnya, banyaknya angka kecelakaan tidaklah dibiarkan begitu saja. Bersama dengan 185 orang pengawas ketenagakerjaan sudah dikerahkan," jelasnya

Namun, diakui Setiajit bahwa jumlah tersebut masih belum ideal. Satu orang harus mengawasi 200 perusahaan. Padahal idealnya satu orang cukup mengawasi 50 orang saja.

“Mereka ini termasuk penyidik PNS. Yang tugasnya melakukan pembinaan pengawasan, pengujian termasuk penyidikan,” ungkapnya.

Melihat jumlah tersebut, kata Setiajit, Jum'at pagi (12/01/2018) Pemprov Jatim pun mengadakan upacara peringatan Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Kami berharap dengan adanya upacara ini di Jatim dapat mengkampanyekan keselamatan ketenagakerjaan. Karena angka kecelakaan kerja di jalanan cukup tinggi,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker Budi Hartawan menambahkan, melihat tidak seimbangnya antara pengawas ketenagakerjaan dengan perusahaan yang ada tersebut. Maka pihak kementrian memaksimalkan kader norma ketenagakerjaan dan beberapa ahli yang ada di perusahaan.

“Kalau sudah tahu norma apa yang dibutuhkan, kan jadi mudah,” harap Budi.

Namun terlepas dari itu, Budi berharap, perusahaan tidak lagi melakukan kucing-kucingan dengan pemerintah. Karena, akibat kecelakaan kerja yang terjadi diperusahaan turut juga membuat rugi perusahaan. Angka kecelakaan kerja tinggi sebuah perusahaan harus kehilangan banyak karyawan. Padahal justru K3 ujungnya adalah produktifitas.

“Jatim industri besar setelah Jakarta. Saya rasa Jatim cocok untuk menjadi contoh keselamatan kerja,” tandas Budi. (ari)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group