• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Bulog Divre V Jawa Timur lakukan operasi Pasar antisipasi harga beras tinggi.

January 16, 2018

Sby,MercuryFM - Keluhan tingginya harga beras, ternyata tidak hanya dirasakan oleh

para ibu-ibu rumah tangga yang ada di Surabaya. Tetapi keluhan ini juga dirasakan oleh

banyak ibu-ibu di daerah lain seperti Sidoarjo dan Jawa Timur (Jatim) lain pada

umumnya. Informasi yang beredar, Bulog Divre Jatim Selasa(09/01) lalu, sudah

melakukan Operasi Pasar(OP) di beberapa daerah di Jawa Timur. Meski sudah dilakukan

OP, tetapi ternyata harga beras masih dirasakan tinggi di pasaran. Terkait hal ini, 96FM

Mercury coba mengkonfirmasikan kepada Kepala Bulog Divre V Jatim, Moch Hasyim.

Kepada 96FM Mercury, Kepala Bulog Jatim, Moch Hasyim membenarkan, jika OP

dilakukan oleh perum bulog bekerjasama dengan Disperindag & satgas pangan, sudah

dilakukan sejak bulan Oktober lalu. "Jadi Perum Bulog diminta oleh Menteri Perdagangan

untuk melakukan Operasi Pasar(OP) dengan harga Rp 100,00 lebih rendah dari pada HET

(Harga Eceran tertinggi). Dimana harga HET sendiri untuk beras medium di Jatim adalah

Rp 9.450,00 dan Bulog melakukan OP dengan harga Rp 9.350,00," terang Moch Hasyim.

Hasyim mengatakan, jadi jika sahabat-sahabat Mercury berbelanja beras ke beberapa

pasar-pasar, maka akan ditemukan harga beras OP oleh Perum Bulog melalalui

pedagang-pedagang disana, dengan harga bahkan ada dikisaran Rp 9.000,00an. Untuk

kisaran harga ini, Hasyim menjelaskan, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada

para pedagang untuk tidak menjual beras OP melebihi harga yang sudah ditetapkan,

yaitu Rp 9.350,00. Karena menurut Kepala Bulog Divre V Jatim ini, harga tersebut sudah

dipatok dari kementerian Perdagangan. "Sehingga ada yang menjual Rp 9.000, Rp 9.100

bahkan mungkin ada yang menjual dengan harga dibawah itu," kata Moch Hasyim.

Sementara titik-titik dilakukannya Operasi Pasar(OP) ini, untuk di Surabaya sendiri

menurut Hasyim, ada di 5 pasar, yaitu Pasar Wonokromo, Pasar pucang, Pasar Genteng,

Pasar Keputran dan Pasar Tambahrejo. Selain itu, Hasyim mengatakan, pihaknya juga

melakukan OP pasar di luar ke lima pasar tersebut, serta di daerah-daerah pemukiman

di Surabaya dan juga Sidoarjo. OP dilakukan di daerah-daerah itu yang memang

membutuhkan. Lebih lanjut, 96FM Mercury menanyakan, apakah daerahnya bisa

mengajukan untuk bisa dilakukan OP oleh Bulog. Terkait hal ini, Kepala Bulog Divre V

Jatim, Moch Hasyim mengatakan, sangat diperbolehkan. Selanjutnya untuk bisa

melakukan hal tersebut, Hasyim meminta masyarakat untuk menghubungi kantor-kantor

Perum Bulog diantaranya yang ada di Buduran, Sidoarjo.

Lebih lanjut, terkait harga beras yang masih tinggi saat ini, Hasyim mengatakan, pihaknya

memprediksi, lebih dikarenakan saat ini ada di masa paceklik. Yang artinya, meski ada

yang panen, tetapi banyak juga yang belum panen. Pihaknya terang Hasyim meyakini,

sekitaran akhir Januari nanti harga beras akan bisa kembali normal. Selain sudah ada

yang melakukan panen, Hasyim memperkirakan, pada minggu ke tiga atau empat pada

bulan Januari nanti, pemerintah melalui Perum Bulog akan menyalurkan Bansos(Bantuan

Sosial) atau yang sebelumnya dikenal dengan Rastra. Untuk Bansos itu nanti, menurut

Hasyim, pemerintah akan digelontorkan beras sebanyak 27 ribu ton. (Nl)




 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags