Bulog Divre V Jawa Timur lakukan operasi Pasar antisipasi harga beras tinggi.


Sby,MercuryFM - Keluhan tingginya harga beras, ternyata tidak hanya dirasakan oleh para ibu-ibu rumah tangga yang ada di Surabaya. Tetapi keluhan ini juga dirasakan oleh banyak ibu-ibu di daerah lain seperti Sidoarjo dan Jawa Timur (Jatim) lain pada umumnya. Informasi yang beredar, Bulog Divre Jatim Selasa(09/01) lalu, sudah melakukan Operasi Pasar(OP) di beberapa daerah di Jawa Timur. Meski sudah dilakukan OP, tetapi ternyata harga beras masih dirasakan tinggi di pasaran. Terkait hal ini, 96FM Mercury coba mengkonfirmasikan kepada Kepala Bulog Divre V Jatim, Moch Hasyim. Kepada 96FM Mercury, Kepala Bulog Jatim, Moch Hasyim membenarkan, jika OP dilakukan oleh perum bulog bekerjasama dengan Disperindag & satgas pangan, sudah dilakukan sejak bulan Oktober lalu. "Jadi Perum Bulog diminta oleh Menteri Perdagangan untuk melakukan Operasi Pasar(OP) dengan harga Rp 100,00 lebih rendah dari pada HET (Harga Eceran tertinggi). Dimana harga HET sendiri untuk beras medium di Jatim adalah Rp 9.450,00 dan Bulog melakukan OP dengan harga Rp 9.350,00," terang Moch Hasyim. Hasyim mengatakan, jadi jika sahabat-sahabat Mercury berbelanja beras ke beberapa pasar-pasar, maka akan ditemukan harga beras OP oleh Perum Bulog melalalui pedagang-pedagang disana, dengan harga bahkan ada dikisaran Rp 9.000,00an. Untuk kisaran harga ini, Hasyim menjelaskan, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada para pedagang untuk tidak menjual beras OP melebihi harga yang sudah ditetapkan, yaitu Rp 9.350,00. Karena menurut Kepala Bulog Divre V Jatim ini, harga tersebut sudah dipatok dari kementerian Perdagangan. "Sehingga ada yang menjual Rp 9.000, Rp 9.100 bahkan mungkin ada yang menjual dengan harga dibawah itu," kata Moch Hasyim. Sementara titik-titik dilakukannya Operasi Pasar(OP) ini, untuk di Surabaya sendiri menurut Hasyim, ada di 5 pasar, yaitu Pasar Wonokromo, Pasar pucang, Pasar Genteng, Pasar Keputran dan Pasar Tambahrejo. Selain itu, Hasyim mengatakan, pihaknya juga melakukan OP pasar di luar ke lima pasar tersebut, serta di daerah-daerah pemukiman di Surabaya dan juga Sidoarjo. OP dilakukan di daerah-daerah itu yang memang membutuhkan. Lebih lanjut, 96FM Mercury menanyakan, apakah daerahnya bisa mengajukan untuk bisa dilakukan OP oleh Bulog. Terkait hal ini, Kepala Bulog Divre V Jatim, Moch Hasyim mengatakan, sangat diperbolehkan. Selanjutnya untuk bisa melakukan hal tersebut, Hasyim meminta masyarakat untuk menghubungi kantor-kantor Perum Bulog diantaranya yang ada di Buduran, Sidoarjo. Lebih lanjut, terkait harga beras yang masih tinggi saat ini, Hasyim mengatakan, pihaknya memprediksi, lebih dikarenakan saat ini ada di masa paceklik. Yang artinya, meski ada yang panen, tetapi banyak juga yang belum panen. Pihaknya terang Hasyim meyakini, sekitaran akhir Januari nanti harga beras akan bisa kembali normal. Selain sudah ada yang melakukan panen, Hasyim memperkirakan, pada minggu ke tiga atau empat pada bulan Januari nanti, pemerintah melalui Perum Bulog akan menyalurkan Bansos(Bantuan Sosial) atau yang sebelumnya dikenal dengan Rastra. Untuk Bansos itu nanti, menurut Hasyim, pemerintah akan digelontorkan beras sebanyak 27 ribu ton. (Nl)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group