• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

TAHUN 2018 KEMENPERIN TARGETKAN INVESTASI IKTA MENCAPAI Rp117 Triliun

January 17, 2018

 

Sby, MercuryFM - Tahun 2018 ini Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mentargetkan untuk nilai investasi di sektor Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) bisa mencapai Rp 117 triliun, naik apabila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2017 lalu yang hanya mencapai Rp 94 triliun.

 

Dirjen IKTA Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan proyeksi penanaman modal dari sektor IKTA tahun ini bakal menyumbang sekitar 33 persen terhadap target investasi secara keseluruhan pada kelompok manufaktur nasional yang total mencapai Rp352 triliun.

 

"Industri farmasi serta produk obat kimia dan tradisional akan memberikan kontribusi pertumbuhan paling tinggi di sektor IKTA pada tahun ini, yakni mencapai 6,38 persen,"kata Achmad Sigit Dwiwahjono. Seperti yang dikutip dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (17/1/2018).

 

Menurut Sigit, Kemenperin tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku obat. Upaya strategis ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. "Maka pemerintah telah menyediakan beberapa insentif fiskal seperti tax allowance dan tax holiday guna menarik investasi dan memacu pelaku industri farmasi mengembangkan pabrik bahan baku di Indonesia,” paparnya.

 

Sigit mengungkapkan, Indonesia berpotensi unggul apabila mengembangkan sektor industri farmasi, herbal dan kosmetika karena memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang mampu mendukung proses produksi.

 

Terlebih lagi, Indonesia akan berkerja sama dengan Singapura dalam penetapan standar dan keamanan pangan termasuk juga produk herbal agar bisa lebih berdaya saing di tingkat global.

 

Apalagi didukung pula melalui program yang sedang gencar dilaksanakan oleh Kemenperin, yaitu pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi untuk menciptakan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dunia industri. “Dengan adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), membuat investasi di sektor ini menarik dan berbagai proyek masih jalan terus,” imbuhnya.

 

Kemenperin mencatat, beberapa perusahaan farmasi dan bahan baku obat yang telah menggelontorkan dananya untuk investasi di Indonesia, antara lain PT. Kimia Farma Sungwun Pharmacopia senilai Rp 132,5 miliar dan PT Ethica Industri Farmasi sebesar Rp 1 triliun. Sementara di sektor kosmetika, adanya perluasan pabrik PT Unilever Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp 748,5 miliar.(Dani)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive