• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

JATIM KLB DIFTERI, IMUNISASI MASAL PERLU DILAKUKAN

January 18, 2018

 

Sby,MercuryFM - Serangan penyakit difteri saat ini menjadi catatan tersendiri, ketika Jawa Timur sudah menetapkan Kejadian Luar Biasa(KLB) difteri karena Jawa Timur sejauh ini sudah bisa dikatakan mendapat capaian ekonomi yang bagus juga beragam prestasi ditingkat nasional. Kondisi ini sempat dikeluhakan oleh Gubernur Jatim, Soekarwo. Dimana ketika pendapatan masayarakat Jawa Timur meningkat tajam, dengan berbagai fasilitas kesehatan tersedia, tetapi justru saat ini Jatim tengah menghadapi permasalahan KLB difteri.

Terkait kondisi Jawa Timur yang menyatakan KLB difteri, 96FM Mercury coba mengkonfirmasikannya dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso. Kepada 96FM Mercury, Kadinkes Jatim ini menjelaskan, dari data yang ada di Jatim untuk kasus difteri dari 2017 sampai akhir 2017, yaitu bulan Desember jumlahnya terpantau naik, sampai 460 dengan kejadian kematian 16 orang. Selanjutnya, untuk menentukan sebuah kasus bisa dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa(KLB) adalah berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 Tahun 2010.

"Contohnya, satu daerah, dari tidak ada menjadi tiba-tiba ada, termasuk kejadian luar biasa. Atau bisa juga, didaerah itu sudah ada, kemudian terjadi peningkatan jumlah sampai dua kali lipatnya atau lebih, itu juga bisa dikatakan sebagai KLB," terang dr Kohar. Merujuk kepada Permenkes Nomor 1501 Tahun 2010, maka menurut dr Kohar, untuk kasus difteri di Jatim, bisa dikatakan karena peningkatan jumlah kasus. Tetapi, dr Kohar menambahkan, untuk kasus difteri di Jatim sendiri, bukan berarti seluruh daerah di Jatim terkena kasus ini. Hanya beberapa daerah saja di Jatim.

Menurut dr Kohar, secara umum penyebab difteri adalah Corynebacterium diphtheriae, yang penularannya melalui percikan ludah penderita yang dikeluarkan saat bersin atau meludah. Karena itu, sanitasi, etika ketika batuk dan kebersihan menjadi penting. "Kemudian, jika seseorang tertular ada dalam kondisi tidak bagus, maka akan bisa manifes sakitnya. Ini yang bisa dikurangi melalui imunisasi," kata dr Kohar. Sehingga imunisasi yang menyangkut dengan difteri harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.   
 
Selanjutnya, dengan sudah menjadikan KLB difteri di Jatim, maka Gubernur Jawa Timur, Soekarwo sudah mencanangkan akan ada imunisasi secara massal, untuk anak-anak usia 1 tahun sampai 19 tahun. Untuk hal ini, dr Kohar menjelaskan, bahwa nantinya imunisasi itu akan dilakukan secara keseluruhan, tanpa melihat status imunisasinya. "Imunisasi lengkap untuk kasus difteri kali ini, ada tujuh dosis. Diberikan mulai umur 2,3,4 bulan, kemudian usia balita, 18 bulan. Dan usia sekolah, kelas 1, kelas dua, kelas lima akan diulang lagi. Imunisai itu pasti lengkap, sebanyak tujuh dosis diberikan," terang dr Kohar.

dr Kohar menambakan, untuk imunisasi yang sebelumnya pernah diberikan kepada putra-putri kita di usia 2,3,4 bulan atau bahkan saat balita untuk melindungi dari kasus difteri seperti saat ini secara total, menurut para pakar masih kurang. Tetapi untuk seseorang yang sudah mendapatkan imunisasi disaat ia belita kemudian sakit, maka manifesnya tidak akan terlalu berat. Sehingga, untuk kasus KLB difteri di Jatim, perlu dilakukan imunisasi secara massal, untuk anak-anak usia 1 tahun sampai 19 tahun, seperti yang dicanangkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. (Nl)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags