• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Di Guyur Hujan Lebat Gus Ipul Temui Buruh Jelaskan Penetapan UMSK

January 19, 2018

 

Sby,MercuryFM - Hujan deras yang mengguyur Surabaya tidak membuat Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf akrab di panggil Gus Ipul untuk menemui ratusan buruh yang menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jatim Jl Pahlawan, Jum'at (19/01/2018).

 

Dengan menggunakan jas hujan Gus Ipul menemui ratusan buruh dan menjelaskan penetapan UMSK (Upah Minimun Sektoral Kabupaten/Kota) 3 wilayah yakni Surabaya, Pasuruan dan Sidoardjo dari 38 kota kab di jatim, yang telah ditetapkan oleh Gubernur.

 

Menurut Gus Ipul, setelah melewati proses panjang akhirnya ditetapkan UMSK melalui SK Gubernur Jatim. 

 

"Ini suatu proses yang dihasilkan melalui dewan pengupahan Jatim. Melewati pengkajian diskusi dan sekaligus mencoba untuk mencari jalan tengah ," ujar Gus Ipul.

 

Namun terlepas dari penetapan ini, Gus Ipul mengingatkan agar dunia usaha harus tetap bisa bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Serta tidak mengabaikan kesejahteraan buruh. 

 

"Ini yang diinginkan oleh pemerintah. Alhamdulillah Kita berterima kasih kepada pimpinan buruh yang ada di Jatim di mana mau melakukan dialog, kemudian juga mengembangkan sikap saling pengertian dengan para pengusaha ini penting," ujarnya.

 

Ditempat yang sama, ketua dewan pengupahan serikat kerja Jatim Ahmad Fauzi menyebutkan, besaran UMSK yang sudah ditetapkan ini lebih besar dari UMK. Dan ini wujud kesepahaman dan kesepakatan setelah melalui rapat panjang dengan APINDO, yang sempat menolak keras. 

 

"ini adalah bagian dari peningkatan kesejahteraan. UMSK ini ditetapkan kepada perusahaan-perusahaan yang mampu, seperti Tbk, perusahaan penanam modal asing, hotel bintang 5 dan perusahaan yang go public. Diharapkan mereka ini menjalankan UMSK agar kesejahteraan pekerja terpenuhi," kata Fauzi. 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim Setiajid mengatakan, dalam 4 tahun terakhir ini hanya 3 daerah yang mengusulkan UMSK. Ketiganya adalah Surabaya, Sidoarjo dan Pasuruan. 

 

"Dalam Peraturan Pemerintah nomer 78 tahun 2015, memang UMP, UMK dan UMSK adalah kewenangan gubernur untuk menetapkan," kata Setiajid. 

 

Dijelaskan Setiajit, penetapan UMSK ini telah dikuatkan dengan Peraturan Gubernur nomer 1 tahun 2018. Dalam pergub tersebut, Surabaya ada 124 sektor, Sidoarjo ada 111 sektor dan Pasuruan sebanyak 57 sektor dan semua sesuai rekomendasi dari kepala daerah masing-masing. 

 

"Penerapannya tentu sektor yang masuk dalam KBLUI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia)," tuturnya. 

 

Masih menurutnya, penetapan UMSK ini berlaku untuk semua perusahaan yang mampu dan masuk kategori. Sedangkan yang tidak masuk kategori dan padat karya bisa membayar sesuai UMK yang berlaku.

 

Perlu diketahui, Dari lima kabupaten/kota di ring satu, tiga diantaranya sudah mengajukan UMSK. Yaitu Sidoarjo dan Pasuruan dengan besaran 9 persen, 8 persen dan 6 persen dari UMK. Lalu Surabaya ditetapkan 5 persen. Sedangkan dua daerah, Kabupaten Mojokerto dan Gresik tidak mengusulkan. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive