• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Pemerataan Pembangunan Industri Di Jatim, DPRD Jatim Rabu Besok Undang Bupati/Walikota seJatim

January 23, 2018

 Sby, MercuryFM - Banyaknya keluhan pelaku usaha untuk mengembangkan industri di kota kab di Jawa Timurm khususnya masalah perijinan. serta dalam rangka menindaklanjuti amanat Undang-Undang No.3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. Komisi B DPRD Jatim bersama Dinas Perindustrian Jatim akan mengundang seluruh kepala daerah di Jatim.

 

Kedatangan pemegang kebijakan di Kota-Kabupaten ini akan dimintai masukan terkait rencana pembuatan Raperda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Jatim 2017-2037.

 

"Kegiatan itu dikemas dalam Forum Group Discussion (FGD) pada Rabu 24 Januari 2018 di ruang paripurna DPRD Jatim," ujar Ahmad Firdaus Fibrianto ketua Komisi B DPRD Jatim saat dikonfirmasi Selasa (23/01/2018).

 

Menurut politisi asal Partai Gerindra ini, keberadaan Perda RPIP Jatim ini nantinya bisa dijadikan acuan bagi kab/kota dalam membuat RPIK (Rencana Pembangunan Industri Kab/Kota) sehingga bisa bersinergi antara daerah, provinsi dan nasional.

 

"Di sinilah pelibatan para kepala daerah, Disperindag dan Bappeda kabupaten/kota sangat penting. Sehingga industri bisa semakin berkembang di kota/kab Jatim," jelasnya.

 

Di sisi lain, kata Firdaus jumlah kawasan industri di Jatim masih minim sehingga perlu diperluas supaya bisa meminimalisir disparitas wilayah di Jatim.

 

"Kontribusi sektor industri terhadap PDRB Jatim itu mencapai 29 persen. Padahal, kawasan industri di Jatim baru ada 7 yaitu SIER (Surabaya), PIER (Pasuruan), Berbek (Sidoarjo), Ngoro (Mojokerto), KIG, Maspion dan JIIPE (Gresik)," jelasnya.

 

Firdaus optimis jika kawasan industri bertambah maka PDRB Jatim akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Daerah yang sudah menyiapkan kawasan industri baru diantaranya di Malang dekat Sumber Manjing, Jombang, Lamongan, Tuban dan Bangkalan. 

 

"Pembangunan kawasan industri baru juga harus tetap memperhatikan kearifan lokal khususnya menyangkut basic agro (pertanian) dan lingkungan hidup serta terpadu," ungkapnya

 

Pembangunan industri di Jatim, lanjut Firdaus juga diklasifikasikan menjadi tiga yaitu industri hulu, hilir dan penunjang. Oleh karena itu sangat penting adanya keterkaitan antara sektor pertanian dan industri. Mengingat, tujuan pembangunan industri juga untuk merevitalisasi sektor pertanian, sumber daya alam yang dimiliki Jatim melimpah, dan adanya perbedaan kebutuhan teknologi pada masing-masing kelompok industri tersebut. 

 

"RPIP Jatim 2017-2037 disusun untuk menghindari terjadinya industrialisasi yang berpotensi memperburuk pembangunan ekonomi di Jatim, jika tidak direncanakan secara terpadu dan holistik," pungkasnya. 

 

Dalam pembuatan RPIP Jatim, pihaknya lanjut Firdaus, juga memiliki SWOT (Strengh Weakness Opportunity Threat) dari potensi Jatim untuk percepatan pembangunan industri di Jatim. Diantaranya,  kawasan industri Jatim telah terintegrasi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Sentra industri telah berkembang di beberapa daerah di Jatim. (mer)

 

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive