BISKUIT OLAHAN KURMA ATASI MORNING SICKNESS IBU HAMIL

January 24, 2018

Sby, MercuryFM - Mahasiswa Unusa Ciptakan Biskuit atasi Mual pada Ibu Hamil  pada Trimester Pertama. Empat mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa)  penciptanya memberikan nama unik Bik Nunnah Mringis atau Biskuit Nutrisi Sunnah Atasi Morning Sickness.

Inovasi para mahasiswa ini merupakan bagian program hibah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2017.

Sebelum mendapatkan hibah senilai Rp 30 juta, mereka melalui banyak tahapan salah satunya adalah monitoring evaluasi dari Reviewer Kemenristekdikti.
Ketua Kelompok, Nurul Afifatul Azizah mengatakan, tidak menyangka akan lolos seleksi Kemristekdikti untuk mendapatkan hibah program KBMI. “Kami hanya membuat proposal, kami ikutkan dan Alhamdulillah berhasil,” ujarnya, Selasa (23/1).

Afif panggilan akrab Nurul Afifatul satua diantara 4 pencipta Bik Nunnah Mringis mengatakan, dia dan teman-temannya sengaja memilih bahan baku kurma karena kandungan nutrisinya. “Kurma juga merupakan buah yang disukai Rasullah,” tukasnya.

Afif kembali mengatakan,  kurma sangat bagus untuk menggantikan nutrisi ibu hamil yang berkurang karena mengalami morning sickness. Morning sickness ini sangat mempengaruhi pertumbuhan janin karena sang ibu sulit untuk mengonsumsi makanan.
“Morning sickness ini banyak dialami para ibu hamil di trimester pertama. Dari saya praktik di bidan mandiri, 80 persen ibu hamil yang datang itu mengalami morning sickness. Karena itu kami semakin bertekat untuk membuat sesuatu yang bias mengurangi rasa mual dan juga bisa menggantikan nutrisi ibu morning sickness,” jelasnya.

Tak mengherankan, Bik Nunnah Mringis itu pun disukai para ibu hamil yang datang ke tempat praktik mereka. “Katanya bisa mengurangi rasa mual. Alhamdulillah berhasil,” tukas Afif.

Kini, Afif dan kawan-kawan sudah berhasil memproduksi Bik Nunnah Mringis ini, 6 kali dalam sebulan di mana satu kali produksi bisa menghasilkan 40 pak berisi 300 gram atau 15 keping biskuit. Mereka pun menjualnya dengan harga Rp 28 ribu per paknya.

Direktur Akademik dan Kemahasiswaan Unusa, Umdatus Saleha mengaku senang mahasiswa Unusa mulai giat untuk mengikuti kompetisi yang digelar Kemristekdikti. Karena dengan mengikuti ajang-ajang seperti itu tidak hanya mengangkat nama mahasiswa namun juga mengangkat almamater. “Bangganya lagi, dari empat mahasiswa itu semuanya adalah mahasiswa bidikmisi. Bangga dengan mereka,” pungkas Umdatus. (alam)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group