• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

PENYELUNDUPAN SABU-SABU LEWAT DUBUR DIGAGALKAN BC JUANDA

January 24, 2018

 

Sby, MercuryFM - Penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 140 gram melalui Bandara Juanda berhasil digagalkan oleh petugas Customs Narcotics Team Bea Cukai Juanda pada Rabu (24/1/2017). Untuk menyamarkan penyelundupan itu, barang haram tersebut disembunyikan di dalam dubur pelaku.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Juanda, Budi Harjanto mengatakan, kasus tersebut terbongkar  pada 14 Januari 2018 lalu, sekitar pukul 12.00 WIB ketika pesawat Air Asia (XT-393) rute Johor Baru (JHB) – Surabaya (SUB) mendarat di Bandara Internasional Juanda. Petugas melakukan analisa profiling terhadap salah seorang penumpang yang dicurigai berinisial ZH (27), pria berkebangsaan Indonesia.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap koper, tas, dan body taping serta wawancara singkat terhadap penumpang tersebut, petugas lantas membawanya ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan rontgen. Berdasarkan image rontgen kedapatan benda asing pada dubur (anus) laki-laki tersebut,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (24/1)

Lebih lanjut Budi Harjanto menambahkan, dari hasi pemeriksaan tersebut kedapatan 2 bungkus bubuk kristal putih yang dibungkus dengan karet balon dengan total bruto masing-masing 70 gram.

“Setelah dilakukan uji narcotest terhadap kristal putih tersebut menunjukan hasil positif sabu (methamphetamine). Selanjutnya tersangka dan barang bukti kita serahkan ke BNN Provinsi Jawa Timur untuk proses dan pengembangan lebih lanjut,” terangnya.

Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika jenis sabu merupakan Narkotika golongan 1. Penyelundupan narkotika golongan 1 ke Indonesia merupakan pelanggaran pidana yang sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2 diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 Milyar.

Sementara itu berdasarkan Undang-Undang nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, pada pasal 102 disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda palling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp. 50 milyar.(alam)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags