• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Hadiri Deklarasi Relawan Gus Ipul - Puti Di Jember, Netralitas Ketua PWNU Jatim Di Pertanyakan

January 27, 2018

 

Sby, MercuryFM - Netralitas NU dalam pilgub jatim mulai dipertanyakan. Kehadiran Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah dalam acara pengukuhan tim relawan Gus Ipul-Puti, di Jember beberapa waktu lalu memantik reaksi warga Nahdliyin. 

 

Ini tampak dengan kekecewaan yang dilontarkan Koordinator Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) Fahrurrozi. Ia menyatakan tidak seharusnya Ketua PWNU Jatim terlibat politik praktis. 

 

"Walau saya pendukung Gus Ipul, saya tetap tidak sepakat dengan manuver yang dilakukan oleh Ketua NU Jatim yang sudah berpolitik praktis. Itu pelanggaran khittah NU," tegas Gus Fahrur, sapaan akrabnya, Jumat (26/1/2018).

 

Ia menilai, jika memang pengurus NU yang ingin terlibat politik praktis, harus non-aktif dulu dari keanggotaan atau jabatannya. 

 

"Kalau ingin jadi pendukung (pasangan calon). Beliau mestinya harus non-aktif dari Ketua NU," katanya memberi saran.

 

Lebih lanjut, Gus Fahrur menerangkan, dirinya ingin Gus Ipul dan Puti maju dalam Pilgub Jatim dan jika menang, itu dengan cara yang baik. 

 

"Saya ingin Gus Ipul menang secara alami. Tidak membawa-bawa NU ke ranah politik praktis," katanya. 

 

Senada, Ketua Umum Pergerakkan Penganut Khittah Nahdliyah (PPKN) Mahfud M Nor menilai pengurus NU tidak perlu menyibukkan diri dalam Pilkada. Itu harga mati.

 

"Inilah yang sangat kita khawatirkan. Kalau pengurus NU terlibat Pilkada, sama artinya ikut memecah belah Nahdliyin. Yang tidak kuat menahan nafsu politik, sebaiknya mundur saja. Dengan begitu, di samping dia lebih leluasa, NU-nya juga selamat dari kepentingan politik," tegas Mahfud.

 

Mantan Ketua PMII Jawa Timur ini menambahkan, PPKN dibentuk tujuannya untuk mengawasi prilaku pengurus NU. 

 

"Hadir dalam acara relawan, seharuanya PBNU memberi sanksi. Sekarang ini, di Jawa Timur sejumlah ASN sudah masuk daftar Panwas untuk disanksi, diantaranya penurunan pangkat. Lha, kalau ingin khittah NU tegak, harus demikian. Beri sanksi, tapi bukan penurunan pangkat," jelasnya sambil tersenyum.

 

Lanjut Mahfud, manuver politik pengurus NU ini, bakal dibahas tuntas dalam Rakerpim (Rapat Kerja Pimpinan) PPKN yang akan berlangsung Sabtu (3/2/2018) mendatang di Graha Astranawa.

 

"Itu sudah kita agendakan, karena kami juga mendengar akan ada pengkondisian pengurus NU dari seluruh Cabang NU di Jawa Timur, masing-masing mengirim 6 orang untuk memenangkan calon tertentu. Kalau benar, ini alarm  kematian khittah NU," jelasnya. 

 

Hal senada disampaikan H Ali Azhar. Menurutnya, meski dikatakan hanya menyampaikan aspirasi kiai sepuh agar kompak dukung Gus Ipul-Puti, tetapi posisi KH Mutawakkil Alallah sebagai Ketua PWNU Jatim dianggap menabrak rambu-rambu organisasi.

 

"Saya kasihan sama beliau. Kok kelihatan panik sekali, ada apa? Sebagai penjaga gawang NU, mestinya, gigih mengamankan khittah NU, jangan sampai organisasi ini kebobolan politik. Ini aneh, malah sibuk bikin 'gol bunuh diri'," kata pria yang akrab dipanggil Gus Ali ini.

 

Menurut Gus Ali, Pilgub harus disikapi dengan benar, terlebih bagi struktur atau pengurus Nahdlatul Ulama (NU). Bukankah pengurus NU itu sudah disumpah, diambil janjinya untuk menjaga khitthah NU dengan benar. Jangan malah mengotori organisasi.

 

"Yang awam saja paham. Jangan kotori NU, cukup satu jari ini saja yang kotor. Tidak elok Ketua PWNU ikutan hadir dalam acara relawan Pilgub. NU itu besar, jangan dibawa ke urusan yang kecil. Apalagi, di Pilgub Jatim, kontestannya sama-sama kader NU," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive