Gubernur Jatim: Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lewat Pengembangan Industri di Jatim

January 29, 2018

Sby, MercuryFM - Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menegaskan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jatim terutama melalui pengembangan industri,sebab industri merupakan pilar meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, industri harus jadi tujuan jika kesejahteraan ingin meningkat.

 "Agar bisa mengungkit kesejahteraan masyarakat, industri jangan lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi ,” ujar Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim ini  saat menjadi narasumber pada acara Ruang Ide “Revitalisasi Agroindustri menuju Industri Mandiri” di Ruang Semanggi Graha Pena Lt. 5 Jl. A. Yani No. 88 Surabaya, Senin (29/1) pagi.

Semakin majunya sektor industri di Jatim, lanjut Pakde Karwo, juga akan mewujudkan pembangunan ekonomi Jatim  yang inklusif. Dengan iklusivitas maka membantu optimalisasi potensi sumber daya daerah dan sekaligus terwujudnya lingkungan usaha yang kondusif dan berkelanjutan.

Ditambahkan, agar industrialisasi bisa semakin maju, Pemprov Jatim memberikan government guarantee seperti perijinan yang mudah, ketersediaan lahan, tersedianya pasokan listrik, dan sumber daya manusia yang terampil dan demokratis. Selain itu, di Jatim telah tersedia  tujuh kawasan industri yang tersebar di beberapa wilayah diantaranya satu kawasan di  Surabaya, tiga kawasan di Kab. Gresik, 1 kawasan Kab. Sidoarjo, satu kawasan di Kab. Mojokerto dan satu kawasan di Pasuruan. Ketujuh kawasan industri tsb berada diatas lahan seluas 4.759,5 ha.

Share Industri Jatim terhadap PDRB Jatim Capai 28,79 Persen

 

Berdasarkan data BPS Jatim, sektor industri di Jatim telah menyumbangkan sebanyak 28,79 persen terhadap PDRB atau 21,18 persen tingkat nasional. Nilai kontribusi industri terhadap PDRB tersebut menjadikan Jatim sebagai salah satu provinsi dengan share industri di atas 20 persen, selain Jabar.“Hanya ada dua provinsi sebagai provinsi industri, yaitu yang sharenya sektor industrinya terhadap PDRB lebih dari 20 persen yakni Jatim dan Jabar,” kata Pakde Karwo.Menurutnya, sektor industri di Jatim banyak ditopang oleh industri kecil menengah atau usaha mikro, kecil dan menengah. “Di Jatim industri kecil menengahnya paling kuat. Ini struktur yang paling baik di industri. Dengan demikian, UMKM menjadi basis kesejahteraan masyarakat,” puji orang nomor satu di Jatim sambil memaparkan visi dan misi industrialisasi Jatim yakni terwujudnya industri Jatim yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

 

Masukkan Teknologi Informasi Untuk Industri

 

Melihat potensi industri yang ada, Pemprov Jatim berkeinginan untuk mempertahankan dan meningkatkan industri di Jatim. Salah satunya dengan dengan memasukkan teknologi informasi (IT) pada industri karena dapat memotong tata niaga. Peran IT terhadap sektor industri juga mampu meningkatkan daya saing menjadi lebih murah, lebih berkualitas dan lebih cepat.Penerapan IT terhadap industri, jelas Pakde Karwo, melalui terbangunnya Jatim Smart Province, dengan tiga hal yang bisa mewujudkannya, yaitu adanya smart governance, smart industri, dan smart economy.Smart governance, lanjutnya, bisa didapat dengan adanya keterbukaan informasi dan tersedianya pusat data yang terintegrasi, adanya kebijakan yang membantu dalam melayani masyarakat, serta menyelenggarakan pemerintahan dan pelayanan masyarakat berbasis IT yang terintegrasi. Smart industri bisa dilakukan membantu IKM yang kecil menjadi lebih efisien. Sebagai contohnya pemerintahharus membantu IKM melalui tidak menarik pajak bagi usaha kecil, memberikan suku bunga murah, dan mempermudah perijinan. Sedangkan smart economy diperoleh dengan cara meningkatkan daya saing. Jika disederhanakan daya saing menjadi tiga hal yaitu kualitasnya lebih baik, harganya lebih murah, dan distribusinya lebih cepat.

 

Keinginan PTPN XI Lakukan Revitalisasi

 

Sementara itu, Direktur Utama PTPN XI Ir. Moh. Cholidi mengatakan, PTPN XI berkeinginan untuk melakukan revitalisasi menuju industri modern dan terintegrasi. Pada tahun 2018, revitalisasi dilakukan pada PG Jatiroto dan PG Asembagus dengan memperbesar kapasitas giling dan perbaikan kualitas produk. Jangka pendek, revitalisasi dilakukan guna mendukung pencapaian Jatim sebagai lumbung gula nasional. Rekomendasi Terkait Revitalisasi Industri SitubondoPada kesempatan yang sama, Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto, SH menyampaikan rekomendasi terkait revitalisasi industri di Situbondo. Salah satu rekomendasinya, manajemen PTPN XI memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan tetap, musiman, outsourcing, borongan, paruh kerja waktu dengan total 1.928 orang di 3 Pabrik Gula. (nt/Humaspemprov Jatim)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group