• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Gubernur Minta Harga Tol Surabaya-Kertosono Di Kaji Ulang

January 30, 2018

 

Sby,MercuryFM - Gubernur Jatim Soekarwo mengajukan keberatan atas tarif tol Surabaya-Kertosono yang dinilai mahal. Dia mengusulkan ada hitung ulang agar fungsi keberadaan tol bisa membangkitkan ekonomi. 

 

"Dua hari itu saya cek (tol) Surabaya-Mojokerto, kok sepi. Truck gak ada yang lewat (karena) ongkosnya mahal. Truk aja bisa mengeluarkan uang 103 ribu. Lebih baik dia macet lewat bawah apa yang harus dilakukan," ujar Pakde Karwo, sapaan karib Soekarwo, ketika dikonfirmasi setelah bertemu Khofifah Indar Parawansa di sekretariat DPD Demokrat Jatim, Selasa (30/1). 

 

 

Menurut Gubernur, dengan harga Rp 82 ribu dan panjang 76,97 km terlalu mahal. Meski harga tersebut masih bisa terjangkau. Namun berbeda halnya dengan truck angkutan barang. Jelas ini memberatkan.

 

"kalau truck berapa, itu mahal. Maka, harus usul dirubah. Usul saya, adalah salah satunya menghitung kontrak pemerintah dengan pihak ketiga. Yang tadinya dikembalikan 25 tahun diperpanjang 35 tahun. ongkos biaya murah," jelasnya. 

 

Dengan begitu, kata pakde sapaan akrab Gubernur Jatim Soekarwo, Build, Operate and Transfer (BOT) ikut diperpanjang. Sehingga tarif tol bisa lebih ditekan lagi dan masyarakat pun bisa menikmati dengan bayaran murah. 

 

Pakde Karwo menyarankan, agar pemerintah mengambil keuntungan belakangan. Sebab, yang terpenting itu adalah rakyat bisa meraih serta meningkatkan perekonomiannya. 

 

"Daripada pemerintah oleh duit tapi rakyat tidak punya. Saya masih diskusi ini dengan pak menteri PU agar jangan sampai ini tidak sependapat," bebernya. 

 

Di lanjutkan Pakde, saat ini pihaknya tengah menghitung dengan beberapa pihak tentang berapa harga yang bisa dijangkau masyarakat. 

 

"Sudah ada hitungan perubahan. Hanya saja, masih perlu ditekan lagi " tandasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive